Dewan Pers

Dark/Light Mode

Laporan Terkini Merapi

Intensitas Kegempaan Tinggi, Ada 34 Kali Guguran Lava, Pemkab Diminta Mitigasi Bahaya Erupsi

Sabtu, 6 Agustus 2022 11:42 WIB
Ilustrasi Gunung Merapi di Jawa Tengah (Foto: BPPTKG)
Ilustrasi Gunung Merapi di Jawa Tengah (Foto: BPPTKG)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Agus Budi Santoso melaporkan aktivitas terkini Gunung Merapi di Jawa Tengah dalam periode 29 Juli - 4 Agustus 2022.

Dalam laporan yang diposting melalui akun Twitter resmi BPPTKG pada Sabtu (6/8), Agus melaporkan, cuaca di sekitar Gunung Merapi dalam periode tersebut, umumnya cerah pada pagi dan malam hari. Siang hingga sore hari, berkabut.

Asap berwarna putih, ketebalan tipis hingga tebal, tekanan lemah dan tinggi 50 m teramati dari Pos Pengamatan Gunung Merapi Babadan pada tanggal 4 Agustus 2022 pukul 12.15 WIB.

"Pada minggu ini, guguran lava teramati sebanyak 34 kali ke arah barat daya, dominan ke Sungai Bebeng dengan jarak luncur maksimal 1.800 ," kata Agus.

Hasil analisis morfologi dari Stasiun Kamera Tunggularum, Deles5, Ngepos dan Babadan2 menunjukkan, kubah tidak mengalami pertumbuhan. Volume kubah barat daya kini mencapai 1.672.000 meter kubik. Sedangkan kubah tengah 2.796.000 meter kubik.

Berita Terkait : Hari Ini Umumkan Striker Asing, Arema Diminta Ngegas Di Piala Presiden

Dalam minggu ini, Gunung Merapi tercatat mengalami 4 kali gempa vulkanik dangkal (VTB), 39 kali gempa fase banyak (MP), 488 kali gempa guguran (RF), 93 kali gempa hembusan (DG), dan 10 kali gempa tektonik (TT).

Intensitas kegempaan pada minggu ini masih cukup tinggi.

Sementara deformasi Gunung Merapi yang dipantau dengan menggunakan electronic distance measurement (EDM) dan global positioning system (GPS) pada minggu ini, tidak menunjukkan perubahan yang signifikan.

Pada minggu ini, tidak dilaporkan adanya hujan di Pos Pengamatan Gunung Merapi. Juga lahar maupun penambahan aliran di sungai sungai yang berhulu di Gunung Merapi.

Berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental, dapat disimpulkan bahwa aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi, dalam bentuk erupsi efusif.

Berita Terkait : Gunung Merapi Luncurkan 13 Kali Guguran Lava Pijar

Status aktivitas ditetapkan dalam tingkat SIAGA.

"Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan - barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km," terang Agus.

Bila terjadi letusan eksplosif, lontaran material vulkanik dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Kepada para pemangku kepentingan dalam penanggulangan bencana Gunung Merapi, Agus merekomendasikan hal-hal sebagai berikut:

1. Pemerintah Kabupaten Sleman, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Klaten agar melakukan upaya-upaya mitigasi dalam menghadapi ancaman bahaya erupsi Gunung Merapi yang terjadi saat ini.

 

Berita Terkait : Perbankan Diminta Perkuat Keamanan Layanan Digital

2. Masyarakat diimbau tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.

3. Masyarakat diimbau mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi, serta mewaspadai bahaya lahar. Terutama, saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

4. Jika terjadi perubahan aktivitas Gunung Merapi yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali.

Untuk informasi resmi aktivitas Gunung Merapi, masyarakat dapat mengakses informasi melalui Pos Pengamatan Gunung Merapi terdekat, radio komunikasi pada frekuensi 165.075 MHz, website bpptkg.esdm.go.id, media sosial BPPTKG, atau ke kantor BPPTKG, Jalan Cendana No. 15 Yogyakarta, telepon (0274) 514180-514192. ■