Dewan Pers

Dark/Light Mode

Diwawancarai Adhyaksa Dault

SBY Ngobrolin Lukisan Hingga Presidensi G20

Jumat, 9 September 2022 19:53 WIB
Foto: Ethical Politics.
Foto: Ethical Politics.

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) periode 2004-2009 Adhyaksa Dault berkesempatan mewawancarai Presiden Indonesia ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) secara eksklusif.

Dalam wawancara tersebut, keduanya membahas beragam hal. Mulai dari olahraga, seni budaya, situasi terkini terkait geopolitik global, hingga peran Indonesia dalam Presidensi G20.

Adhyaksa tak sendiri. Dia dibantu artis Syifa Savira Nuraisyah atau lebih dikenal sebagai Syifa Hadju. Syifa berperan sebagai co-host, dalam wawancara yang menjadi episode perdana channel YouTube AdhyaksaDaultChannel ini.

SBY memulai ceritanya dengan lukisan. Dia mengatakan, melukis menjadi salah satu kegiatan sehari-hari untuk mengasah hobinya di bidang seni budaya.

Ada beberapa aliran atau paham dalam seni melukis. SBY sendiri memilih gaya seni rupa realisme dengan tambahan unsur impresionisme.

Berita Terkait : Ribuan Santri Di Serang Doakan Ganjar Pranowo Jadi Presiden Di 2024

"Saya memilih realisme, yang realis, alam semesta ciptaan Tuhan. Tetapi saya tambahkan dengan impresionisme," ujar SBY, dalam wawancara eksklusif di kanal YouTube AdhyaksaDaultChannel, dikutip Jumat (9/9).

"Realis impresionis artinya apa? Jadi saya memotret dalam lukisan alam ciptaan Allah itu. Kemudian saya tambahkan agar lebih menarik diperkaya warnanya, ilustrasi yang lain, sehingga realisme plus. Nah di situ memang saya harus punya banyak referensi apa yang saya lukis," sambungnya.

SBY mengaku, sebagian besar lukisan hasil karyanya berasal dari jepretan foto mendiang sang istri, Ani Yudhoyono. Juga, hasil foto yang dijepretnya sendiri.

Sesekali, ayah dari Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ini juga mencari inspirasi lukisannya dari sumber-sumber terbuka dengan modifikasi yang dikembangkannya.

"Saya sekali-sekali saya lihat open source, sumber terbuka dari internet. Kalau bagus saya lukis tapi tentu saya modifikasi saya kembangkan tidak persis dengan foto itu. Yang lainnya ya imajinasi saya dan kalau saya melukis itu rasanya damai, I'm so happy," tuturnya, sambil tersenyum.

Berita Terkait : Srikandi Ganjar Yogyakarta Gaungkan Ganjar Presiden 2024

SBY menceritakan, melukis dapat mendatangkan kebahagiaan tersendiri. Melukis merupakan bagian dari healing process, atau proses penyembuhan..

"Saya suka membayangkan dan juga meyakini bahwa ibu Ani ada di sekitar saya. Karena dulu waktu ibu Ani ngambil foto, saya mendampingi. Kalau saya menciptakan lagu, saya menyanyi, ibu Ani juga mendampingi," ungkap SBY.

"Jadi melukis ini hampir setiap hari saya lakukan, memang membawa kebahagiaan dan sangat penting bagi saya dalam rangka healing process," jelasnya.

Adhyaksa sendiri terkejut melihat hasil lukisan-lukisan SBY. Dia mengaku tak menyangka, SBY memiliki bakat yang tak banyak diketahui oleh banyak orang.

"Di JCC ada pameran, saya kira lukisan siapa, ternyata lukisan bapak, baru tahu saya itu pak," ucap Adhyaksa.

Berita Terkait : Emak-Emak DIY Gaungkan Ganjar Presiden 2024

SBY tertawa kecil. Dia menceritakan, teman-temannya di Akademi Militer juga tidak menyangka bahwa dirinya bisa melukis.

"Memang saya tidak melukis dulu, saya melukis baru tahun lalu, bulan Mei 2021. Jadi sekarang ini baru satu tahun lebih dua bulan," tuturnya, menanggapi Adhyaksa.

SBY pun berharap, semua lukisan hasil karyanya tersebut dapat dilihat dan dinikmati masyarakat secara luas.

"Saya ingin dalam waktu 2-3 tahun, lukisan saya sudah patut untuk dilihat oleh publik, sambil saya terus belajar. Saya tidak punya guru, tidak pernah sekolah melukis. Saya hanya (belajar) dari YouTube, dari video, otodidak murni," ungkap SBY.
 Selanjutnya