Dewan Pers

Dark/Light Mode

KBPP Polri Ke Alvin Lim

Silakan Kritik Tapi Jangan Menghina Dan Merusak Polri

Rabu, 14 September 2022 21:51 WIB
Ketua Umum KBPP Polri Dr Evita Nursanty. (Foto: Ist)
Ketua Umum KBPP Polri Dr Evita Nursanty. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Keluarga Besar Putra Putri Polri (KBPP Polri) meminta kepada semua pihak untuk mengkritisi Polri. Namun jangan sampai menghina, merendahkan penuh kebencian, apalagi sampai menyampaikan tuduhan bohong yang bisa memiliki konsekuensi hukum.

Hal itu disampaikan Ketua Umum KBPP Polri Dr Evita Nursanty menanggapi, pernyataan yang disampaikan advokat Alvin Lim terhadap Kapolri dan institusi Polri dalam sejumlah video yang beredar di media sosial.

“Siapapun boleh bicara dan berpendapat, silakan disampaikan kritik, itu bagian dari demokrasi. Tapi jangan terkesan menghina, mencemarkan nama baik, merendahkan martabat orang lain dengan penuh kebencian apalagi kalau sampai dengan tuduhan-tuduhan yang belum tentu benar. Saya minta tolong jangan begitu, semua ada norma dan batas-batasnya,” ucap Evita di Jakarta, Rabu (14/9)

Berita Terkait : Pimpinan Gontor Takziah Ke Makam Santrinya Yang Meninggal Di Palembang

Kata Evita, memaki-maki, menghina, dan menantang Kapolri seperti itu membuat keluarga besar Polri juga prihatin, apalagi dengan merendahkan Polri sebagai institusi. Hal itu juga bisa mendorong pihak menimbilkan rasa kebencian dan permusuhan kepada Kapolri maupun Polri.

Dia lalu mengingatkan Pasal 45 ayat (3) Jo. Pasal 27 ayat (3) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, Pasal 310 ayat (1) KUHP, Pasal 311 ayat (1) KUHP.

“Kami keluarga Polri benar-benar sangat tersinggung jika orangtua kami dimaki-maki tidak keruan seperti itu. Meski kami juga sepakat 1.000 persen bahwa kritik-kritik yang dialamatkan oleh publik atau siapapun harus juga didengarkan dan diperbaiki jika memang kritik itu ada kandungan kebenarannya. Ayolah kalau kita memang mencintai Polri jangan begitu,” katanya.

Berita Terkait : MIPI Soroti Alternatif Pelaksanaan Pilkada Tidak Langsung Melalui DPRD

Polri, menurut Evita, menjalankan fungsi pemerintahan negara di bidang pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, penegakan hukum, perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat. Upaya merusak Polri dapat dikatakan sebagai upaya untuk tidak terwujudnya kondisi pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Polri juga sedang berbenah diri menyusul kasus yang melanda secara internal dari kasus pembunuhan Brigadir J. Keseriusan Kapolri dan jajaran Polri dalam melakukan penindakan terhadap para oknum polisi yang terlibat harus dilihat sebagai kesungguhan dari Polri untuk bersih-bersih dari dalam.

Namun begitu, Evita juga berharap masukan atau kritik yang memang memiliki kebenaran untuk segera ditanggapi oleh Polri, sehingga tidak terkesan Polri tidak perduli dengan masukan dari masyarakat, dan Evita yakin Polri sendiri responsive dan menindaklanjuti masukan tersebut.

Berita Terkait : KPU Beri Kesempatan Parpol Klarifikasi Data Keanggotaan Ganda

“Kalau misalnya ada oknum polisi yang dinilai melanggar dan memiliki bukti-buktinya tentu silakan diproses. Kritik masyarakat harus dicermati dengan baik, dan segera dicek apakah ini punya nilai kebenaran atau tidak, jika ya harus cepat ditanggapi dan diperbaiki,” ujarnya.

“Saya yakin Polri menindaklanjutinya. Tapi sekali lagi, tolong jangan memaki-maki. Kita punya budaya timur yang santun, itu memberikan contoh yang tidak baik,” sambung Evita