Dark/Light Mode

Bisakah Presiden 2 Periode Jadi Wapres?

Prof. Jimly Bilang: Tidak!!!

Jumat, 16 September 2022 07:02 WIB
Prof Jimly Asshidiqie. (Foto: Ist)
Prof Jimly Asshidiqie. (Foto: Ist)

 Sebelumnya 
"Pernyataan mengenai isu dimaksud bukan merupakan pernyataan resmi dan tidak berkaitan dengan pelaksanaan kewenangan Mahkamah Konstitusi," demikian siaran pers Humas MK.

Pernyataan tersebut merupakan respons jawaban yang disampaikan dalam diskusi informal pada saat menjawab wartawan yang bertanya melalui chat WA, bukan dalam forum resmi, doorstop, apalagi dalam ruang atau pertemuan khusus yang sengaja dimaksudkan untuk itu.

Baca juga : Ratas Di Istana, Presiden Bahas Persiapan Piala Dunia FIFA 2023

Menurut MK, di samping menjabat sebagai Kepala Bagian Humas dan Kerja Sama Dalam Negeri, serta menjalankan fungsi kejurubicaraan, Fajar Laksono merupakan pengajar/akademisi. Karena itu, dalam beberapa kesempatan selama ini membuka ruang bagi wartawan yang ingin, baik bertemu secara langsung di ruang kerja, melalui chat WA, atau sambungan telepon, guna mendiskusikan isu-isu publik aktual, sepanjang tidak bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan kode etik.

"Umumnya, wartawan ingin mendapatkan tambahan informasi, pemahaman, atau perspektif berbeda guna memperkaya sudut pandang, tidak untuk keperluan pemberitaan," tulis MK.

Baca juga : Cek Kesiapan SPKLU PLN Di Bali, Wapres Uji Coba Cas Mobil Listrik

Waketum PKB Jazilul Fawaid ikut menyayangkan omongan Fajar  yang menyebut presiden dua periode dapat kembali maju sebagai cawapres. Menurut dia, pernyataan tersebut memojokkan Jokowi. Soalnya publik mulai beropini Jokowi akan maju di 2024 sebagai cawapres. 

"Hemat saya Jubir MK kurang bijaksana," kata Gus Jazil, sapaannya, kemarin. 

Baca juga : Barang Mati Dihidupkan Lagi

Sebelumnya, sejumlah politisi ikut terpancing untuk mengomentari pendapat yang dilemparkan Fajar. Ketua Bappilu PDIP, Bambang ‘Pacul’ Wuryanto menyatakan bisa saja Jokowi jadi cawapres. Syaratnya harus dipilih oleh Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Bahkan, Gerindra yang sudah bulat akan mencapreskan Prabowo Subianto, buka peluang untuk meminang Jokowi sebagai cawapresnya. Menurut Wakil Ketua Umum Gerindra, Habiburokhman, kalau secara konstitusional memungkinkan bisa saja Prabowo berpasangan dengan Jokowi. Namun, kata dia, soal ini keputusan ada di tangan Prabowo.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.