Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pilpres 2024 Akan Lebih Panas
SBY Turun Gunung PDIP Naik Gunung
Minggu, 18 September 2022 07:29 WIB
Sebelumnya
Pidato SBY yang menyatakan akan turun gunung itu, kemudian ditanggapi oleh Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto. Hasto mempersilakan saja kalau SBY mau turun gunung. Namun, politisi asal Yogyakarta itu, memperingatkan SBY agar tidak macam-macam.
"Monggo kalau mau turun gunung. Tetapi kalau turun gunungnya itu mau menyebarkan fitnah kepada Pak Jokowi, maka PDI Perjuangan akan naik gunung agar bisa melihat dengan jelas apa yang akan dilakukan oleh Pak SBY," kata Hasto, kemarin.
Hasto juga menepis tuduhan SBY soal Pilpres 2024 yang hanya akan diikuti dua paslon. Menurut dia, informasi yang diterima SBY itu sangat tidak tepat dan berpotensi mengganggu pemerintahan Jokowi. "Jadi, hati-hati kalau mau ganggu Pak Jokowi," ucapnya.
Baca juga : Erick Turun Gunung Ngecek Program Solusi Nelayan Di Cilacap
Hasto menduga, apa yang disampaikan SBY itu, lebih karena khawatir anaknya yang juga Ketum Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tak bisa pentas di Pilpres. Menurut dia, mestinya bisa tidaknya Demokrat mencalonkan AHY jangan dijadikan indikator tuduhan adanya kecurangan dalam pemilu.
"Pak Jokowi tidak pernah punya pikiran batil sebagaimana dituduhkan Pak SBY. Pak Jokowi juga tidak menginjak-injak hak rakyat. Dengan blusukan, Pak Jokowi mengangkat martabat rakyat," ungkapnya.
Hasto lalu menuduh balik kecurangan pemilu di masa SBY. "Biar para pakar Pemilu yang kredibel yang menilai demokratis tidaknya 10 tahun ketika Demokrat memimpin," cetusnya.
Baca juga : Polisi Baik Kasih Panggung, Yang Buruk Buang Aja
Pengamat Politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin menilai, pidato SBY ini sangat menarik. Pasalnya, SBY sudah menegaskan sudah mengundurkan diri dari dunia politik. Jadi, jika SBY sampai turun gunung, pastilah ada sesuatu yang penting.
Menurut Ujang, kehadiran SBY di kancah politik bisa membawa hal positif dalam mengawal pemilu, dan tentu bisa menjadi dongkrak elektabilitas Demokrat. “Saya rasa ketika Pak SBY turun gunung, itu hal yang positif dan baik-baik saja,” kata Ujang, kemarin.
Menurut Ujang, SBY yang pernah menjadi presiden dua periode, memiliki kapasitas yang cukup untuk mengambil peran mengawal Pemilu 2024. “Sebagai mantan presiden dua periode kan dia tahu, SBY juga pernah mengendalikan intelijen, atau hal-hal rahasia negara dan sebagainya. Jadi, itu mungkin alasan SBY untuk turun gunung,” ujarnya.
Baca juga : Jokowi Diminta Turun Gunung Damaikan Andika-Dudung
Soal kecurangan, Ujang menilai pemilu di Indonesia dengan kondisi wilayah yang luas dan kepulauan, memang rawan terjadi kecurangan. Kata dia, potensi kecurangan itu selalu ada. Baik dalam skala kecil atau sudah bersifat terstruktur, sistematis, dan massif.
Dia menyarankan, perlu adanya pengawalan dari semua kalangan untuk mengawal pesta demokrasi berjalan lancar. Khususnya kontrol ketat dari partai-partai oposisi seperti Partai Demokrat terkait penyelenggaraan pemilu.
"Kita semua berharap, Pemilu 2024 baik pemilihan legislatif, presiden maupun kepala daerah berjalan sesuai asasnya, yaitu langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil," pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya