Dewan Pers

Dark/Light Mode

Nggak Punya Duit Malah Ganti Mobil Listrik

Rabu, 21 September 2022 09:05 WIB
Harga mobil listrik di Indonesia masih mahal. (Foto: Istimewa).
Harga mobil listrik di Indonesia masih mahal. (Foto: Istimewa).

RM.id  Rakyat Merdeka - Rencana Pemerintah mengganti 189.803 kendaraan dinas dengan mobil listrik dikritik netizen. Pemerintah dini­lai tidak peka terhadap kesulitan yang sedang dirasakan masyarakat.

Akun @keripikpedas.id mengutip pernyataan @tolevel_view bahwa Pemerintah hanya sibuk memoles kenyamanan peja­bat, tapi tidak peka dengan nasib rakyat yang semakin menderita dengan naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM). “Selamat menikmati,” katanya.

Akun @nilaa_utama mengatakan, kebijakan mengganti 189.803 kendaraan di­nas dengan mobil listrik hanya menguras kantong negara. “Pemerintah memakai mobil yang ada saja, tidak perlu ganti mobil,” ucapnya.

“Prihatin. Tega amat ya kok nggak ada empati sama kesulitan rakyat kecil,” timpal @memuji.bersujud.

Berita Terkait : Erdogan: Putin Lagi Cari Jalan Untuk Akhiri Konflik Ukraina

Akun @Bambangelf mengatakan, penggantian kendaraan dinas bertolak belakang dengan keluhan Pemerintah terkait anggaran negara semakin tipis.

“Katanya Pemerintah lagi nggak punya duit, lah kok mau bikin pengadaan mobil listrik. Haduh,” ujarnya.

Akun @doubleuuygy heran dengan sikap Pemerintah. Di tengah masyarakat yang lagi berjuang menurunkan harga BBM agar semua kebutuhan hidup tidak ikut naik, Pemerintah malah pamer kelebihan banyak uang dengan cara mengubah penerapan mobil listrik.

“Rakyat lagi-lagi yang nanggung kemewahan mereka. Termasuk jahat kah negara?” ujarnya.

Berita Terkait : Kemenperin: Kenaikan Harga BBM Jadi Momentum Beralih Ke Mobil Listrik

“Saya misalkan mobil listrik Hyundai Kona seharga Rp 750 jutaan, 189.803 x Rp 750 juta = Rp 142 triliunan. Ini uang kalian yang akan dipakai buat para pe­jabat. Bandingkan dengan biaya kereta cepat Rp 114 triliun, mirip-mirip lah,” tutur @maz_YP.

Akun @zarazettirazr meminta Kementerian Keuangan (Kemenkeu) membatal­kan pengadaan 189.803 kendaraan dinas mobil listrik. Dia justru menyarankan Pemerintah mengganti mobil dinas den­gan sepeda saja.

“Lebih ramah lingkungan, irit dan pejabat bisa pada olahraga nggak gendut, lebih sehat,” katanya.

Akun @Senji28 menyindir Pemerintah yang kerap menyebut subsidi memberatkan. Tapi, untuk belanja mobil dinas listrik bisa. Dia bilang, sesekali pejabat negara mencontohkan memakai transpor­tasi umum untuk pergi ke kantor.

Berita Terkait : Menperin: GIIAS Kerek Penjualan Mobil Listrik

“Di luar itu mah mau pakai mobil sila­kan. Biar bisa ditiru sampai ke bawahan­nya,” ujarnya.

Akun @SupratmanAndang menyarankan Pemerintah memodifikasi kendaraan dinas menjadi mobil listrik. Tinggal diubah mesin penggeraknya saja dengan memasang Accu dan motor listriknya.
 Selanjutnya