Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Tokoh Adat Imbau Masyarakat Sentani Beri Kesempatan KPK Periksa Enembe
Senin, 3 Oktober 2022 12:47 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Tokoh adat Jayapura Benhur Yaboisembut geregetan melihat Gubernur Papua Lukas Enembe dua kali mangkir dalam panggilan KPK untuk diperiksa atas dugaan kasus korupsi dan penerimaan gratifikasi. Dia pun mendorong KPK untuk tegas ke Enembe.
Benhur merasa geregetan karena melihat fakta pembangunan di Papua sangat lambat. Kucuran dana Otsus Papua yang begitu besar, tidak begitu terasa.
Baca juga : Tokoh Adat Sentani Ke Pendukung Enembe: Jangan Halangi Upaya KPK
“Jangankan kita bicara di gunung-gunung, jalan raya di dalam Kota Sentani saja tidak ada perkembangan signifikan. Artinya, masyarakat Sentani terutama masyarakat adat menjadi korban dari tindakan korupsi," ucapnya, dalam keterangan yang diterima redaksi, Senin (3/10).
Dengan fakta ini, Benhur mengajak masyarakat adat Sentani untuk tidak terprovokasi atau terlibat dalam bentuk apa pun untuk membela Enembe. "Berikan kesempatan seluas-luasnya kepada petugas KPK agar dapat memeriksa dengan lancar dan menciptakan situasi Papua yang kondusif,” pinta Benhur.
Baca juga : Puan Bacakan Ikrar Di Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila
Kepada TNI dan Polri, Benhur mengimbau untuk terus bersiaga. Jika ada kelompok yang melakukan provokasi dan mengganggu pemeriksaan Lukas, dia meminta aparat tidak segan menindak.
Selaku Ketua Peradilan Adat suku Moy Tanah Merah, Benhur terus berkoordinasi dan bersinergi dengan para tokoh-tokoh masyarakat lainnya untuk ikut mendorong serta akan ikut mengawal pembangunan di Tanah Papua yang bersih dan terbebas dari tindakan korupsi.■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya