Dark/Light Mode

LSI Usul Ganjar Capres, Puan Ketum PDIP

Bu Mega, Setuju?

Selasa, 11 Oktober 2022 07:30 WIB
LSI Denny JA menggelar konferensi pers hasil survei Oktober 2022. Survei tersebut berjudul “Pasangan Capres-Cawapres Paling Populer dan Prospeknya”. (Foto: Istimewa).
LSI Denny JA menggelar konferensi pers hasil survei Oktober 2022. Survei tersebut berjudul “Pasangan Capres-Cawapres Paling Populer dan Prospeknya”. (Foto: Istimewa).

 Sebelumnya 
“Seandainya pasangan Ganjar-Airlangga terpilih, maka PDIP bisa lebih kuat. Ganjar akan jadi presiden, kemudian ketua DPR bisa dijabat PDIP lagi, sehingga skenarionya adalah Ganjar presiden, Puan bisa jadi ketum partai sekaligus ketua DPR,” bebernya.

Apakah Mega akan setuju dengan usulan LSI? Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto meminta, masyarakat bersabar. Keputusan capres PDIP sepenuhnya kewenangan Mega. Yang jelas, saat ini Mega tengah menyiapkan sosok Capres 2024 yang berani mengambil keputusan, mampu membawa Indonesia memimpin bangsa-bangsa di dunia, dan memiliki rekam jejak kuat.

“Dan, tentu saja pemimpin ideologis, pemimpin memiliki kemampuan teknokratis, memiliki rekam jejak sejarah panjang, dan kuat,” terang Hasto.

Baca juga : PAN Bukan Cuma Dompleng

Dia memperkirakan, capres yang akan diusung partainya akan diumumkan pada Juni 2023. Momen tersebut bertepatan dengan bulan Bung Karno.

“Pak Jokowi dulu diumumkan oleh Bu Mega pada Maret 2014, pemilunya pada bulan Juni, sehingga kalau kita menggunakan analogi itu, kira-kira Juni tahun depan (2023), pas Bulan Bung Karno,” pekik dia.

Ketua Umum Relawan Puan Bersama Wong Cilik (Relawan Publik), Harda Belly menegaskan, pihaknya kekeh mendukung Puan sebagai capres. Tidak pernah ada pikiran mengubah posisi Puan selain capres.

Baca juga : Keutuhan KIB Mulai Goyah

“Terkait dengan hasil survei dengan mengutak atik pasangan, siapapun itu dan lembaga apapun itu, kami tidak mau ambil pusing karena kami pastikan tetap loyal untuk mendukung Ibu Puan sebagai capres,” tegas Belly kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Pengamat politik Dimas Oky Nugroho mensinyalir usulan LSI belum tentu sejalan dengan kemauan PDIP. Mengingat, terdapat berbagai pertimbangan dan variabel politik yang akan diambil menjadi keputusan politik final terkait Pilpres 2024.

“Bukan hanya hasil survei. Situasi politik juga masih sangat dinamis, artinya berbagai kemungkinan dan proses politik masih bisa terjadi selama setahun ke depan,” kata Dimas kepada Rakyat Merdeka, kemarin. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.