Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pengusaha Daerah Dimintai Sumbangan Pilkada
Kalau Nggak Mau Nyumbang Ya Tidak Apa-apa Juga Kali...
Rabu, 12 Oktober 2022 06:30 WIB
Sebelumnya
“Wong dia pembinanya para pengusaha, mana berani calon kepapa daerah malakin,” timpal @Andri_Kurniawan.
Akun @Jhones_banget tidak setuju bila pilkada diserahkan kepada anggota DPRD untuk memilih calon kepala daerah. Dia bilang, usulan Bamsoet menyerahkan kepala daerah dipilih DPRD lagi kemunduran luar biasa.
“Wah mundur lagi dong, bisa jadi ajang suap menyuap anggota DPRD,” ujar @Deddy_Hidayat. “Pilkada melalui pemilihan di DPRD sebagai pengebirian demokrasi kerakyatan,” tukas @Mohammad_Machdi_Yunus.
Baca juga : Pengusaha Minta Izin Usaha Pengendalian Hama Dan Fumigasi Masuk OSS
Akun @BlakcoTanya menuturkan, wacana pilkada lewat DPRD kembali hidup. Selama ini, perdebatan wacana pilkada tidak langsung ini sudah berjalan cukup lama. Dia bilang, pilkada lewat DPRD memperbesar kongkalikong orang-orang partai.
“Pilkada langsung memang banyak money politic, tapi setidaknya rakyat bisa pilih langsung sesuai nurani dan tebalan amplopnya. Kalau dipilih DPRD yang dapat anggota dewan sama elit-elit partainya doang,” kata @Mochamad_Nayazi.
Sementara, @Bahedi setuju pilkada dikembalikan kepada DPRD. Kata dia, pilkada melalui DPRD mudorotnya lebih kecil dibanding pilkada langsung. Dia memprediksi, paling akan terjadi suap menyuap kepada anggota DPRD.
Baca juga : Pemerintah Diminta Jaga Harga Minyak Kelapa Sawit
“Dan itu tidak seberapa jika dibanding dengan biaya yang dikeluarkan calon kepala daerah dan parpol jika via pilkada langsung,” ujarnya.
Akun @Jefri_Docho_Sibuea menyebut terlalu banyak cost yang dikeluarkan untuk pilkada langsung. Hasilnya, kata dia, hanya operasi tangkap tangan (OTT) KPK. Ongkos pilkada melalui DPRD, kata dia, cuma 30 persen dari pilkada langsung.
“Belum lagi terjadi perpecahan dan gontok-gontokan di tengah masyarakat dalam pilkada itu,” tandas @Bahedi. [TIF]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya