Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Pengamanan Siber G20 Dijamin Tak Ganggu Sinyal Ponsel Warga
Rabu, 26 Oktober 2022 09:36 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pengamanan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 pada 15-16 November 2022 di Bali mencakup hingga ruang internet. Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) memastikan dalam pengamanannya nanti tidak akan mengganggu sinyal ponsel masyarakat.
"Pengamanan terutama untuk area VVIP tidak akan berdampak pada hal lainnya," ujar Juru Bicara BSSN Ariandi Putra dalam jumpa pers #G20updates di kutip Rabu (26/10).
BSSN sudah berkoordinasi dengan banyak pihak dalam menyusun rencana untuk mengamankan pertemuan para pemimpin dari 20 negara tersebut. Pihaknya berusaha agar pengamanan ini tidak menggangu aktivitas warga yang memanfaatkan internet pada ponsel mereka.
"Kami akan mengerahkan para ahli serta peralatan berteknologi tinggi untuk menjamin keamanan siber selama penyelenggaraan KTT G20," tuturnya.
Ia menegaskan, pengamanan siber yang dilakukan BSSN saat ini sudah berjalan. Karena tidak hanya dilakukan pada hari pelaksanaan KTT G20 saja.
Baca juga : PUPR Gercep Tangani Jalan Ciwidey–Cidaun dan Jalan Ambles Pansela
"Tetapi juga sebelum dan sesudah KTT G20 digelar," kata Ariandi.
Bahkan, untuk memastikan keamanan siber menjelang KTT G20, BSSN sudah melakukan pengamanan siber dalam rangka KTT G20 ini sejak Juli 2022 lalu. BSSN mengidentifikasi berbagai potensi ancaman siber yang terjadi di Indonesia dan KTT G20.
"Ancaman-ancaman tersebut antara lain seperti spear phishing (peretasan spesifik), malicious document atau virus yang ditempelkan pada dokumen, hijacking, fake wifi hingga operasi malware," ujarnya.
BSSN juga memantau potensi ancaman pencurian data dari sebelum gelaran KTT hingga berakhirnya Presidensi G20 Indonesia. BSSN menjadi leading sector dalam rangka pengamanan siber KTT G20.
Tugasnya antara lain mengolaborasikan beberapa rencana pengamanan siber dengan stakeholder terkait yaitu TNI, Polri, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Kesehatan, Sekretariat Kabinet, dan sejumlah pihak lainnya.
Baca juga : Sikat Penyalahgunaan Subsidi, Pertamina Gandeng Polda Jabar
'Kami juga bekerja sama dengan penyelenggara jaringan internet dan EO yang mengampu pagelaran G20 ini. Ini sudah dilakukan sejak Juli lalu," ujar Ariandi.
Ia menambahkan ada tiga dukungan kluster untuk pengamanan siber, yakni sebelum, saat acara, hingga setelah acara. Hal itu dilakukan dalam rangka memaksimalkan dan melihat bagaimana situasi pengamanan ideal soal siber yang diinginkan pada saat puncak acara G20 pada 15-16 November.
Sebelum acara sudah dilakukan audit sistem manajemen informasi, pengukuran tingkat keamanan siber, dan juga memonitor anomali trafik dan potensi ancaman siber.
"Pada saat acara kita akan melakukan monitoring anomali trafik, pemantauan informasi insiden, pengamanan sinyal dan kontra penginderaan, serta melakukan digital forensik," jelasnya.
Lalu, setelah acara juga diidentifikasi celah keamanan siber, juga potensi ancaman pengungkapan data hingga tetap melakukan digital forensik dan insiden respon.
Baca juga : Menang Lawan Singapura, Ranking FIFA Skuad Garuda Putri Naik
"Ini langkah-langkah yang kita lakukan agar penyelenggaraan KTT G20 bisa terlaksana dengan baik," ungkapnya.
Lebih lanjut Ariandi menjelaskan, sejauh ini, masih ada tujuh agenda penting menuju hari puncak KTT G20 yang membutuhkan pengamanan siber oleh BSSN. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya