Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Ganjar Dorong Pengembangan 6 Bandara Komersil Dan Perintis Di Jateng
Rabu, 26 Oktober 2022 16:39 WIB
Sebelumnya
Bandara Ngloram juga diharapkan bisa menjadi moda transportasi pilihan, bagi warga sekitar Blora, seperti Rembang, sebagian Grobogan, dan wilayah di Jawa Timur, seperti Ngawi, Bojonegoro dan Tuban, yang diperkirakan akan menuai imbas positif pembangunan Ngloram.
''Potensi Ngloram sangat besar. Sebab, di wilayah Cepu terdapat sejumlah perusahaan minyak milik asing yang mempekerjakan ekspatriat. Sementara, selama ini penerbangan hanya sampai ke wilayah Surabaya atau Solo. Bagi orang asing, transportasi udara dianggap memiliki tingkat keselamatan lebih baik ketimbang naik darat. Tapi ya itu, pandemi Covid-19 membwa dampak yang besar,'' katanya.
Ngloram yang pernah didarati King Air B200GT saat itu memang mendesak untuk dikembangkan, khususnya pembangunan landasan pacu (runway) sepanjang 1.600 m x 30 m agar tak hanya melayani pesawat baling-baling ATR-72, tapi juga pesawat komersial tipe jet.
Baca juga : Santri Di NTT Dukung Ganjar Presiden 2024
Demikian pula, dengan Bandara JB Sodirman di Wirasaba, Purbalingga, diharapkan memberikan dampak ekonomi pada kawasan Barlingmascakeb.
Satriyo menyebut, keberadaan sebuah bandara sangat vital, karena bisa memangkas waktu lebih efisien. Pasalnya, ketika sebuah daerah ingin menjual produk UMKM, budaya, wisata, kuliner, bandara adalah etalase yang bisa memajang jualan tersebut.
''Turis asing yang ingin menghemat waktu membeli oleh-oleh khas Jepara, Rembang, Banyumas, bisa membeli di Ngloram atau JB Soedirman,'' tuturnya.
Baca juga : AS Dukung Penuh Presidensi G20 Indonesia
Terkait dengan tantangan menurunnya penumpang akibat pandemi, pihaknya mengusulkan agar kolaborasi dengan Angkasa Pura , maskapai penerbangan dan perusahaan yang ingin mencarter pesawat untuk lebih diintesifkan.
Diresmikannya bandara rintisan Ngloram menuai tanggapan positif dari berbagai pihak, salah satunya pengamat transportasi dari Unika Soegijapranata, Djoko Setijowarno.
Menurutnya, bandara bisa menjadi pilihan warga dalam mengakses moda transportasi. Djoko mengatakan, keberadaan bandara bisa mempermudah pekerja di sektor migas Blok Cepu.
Baca juga : Hebat, Lapak Ganjar Pranowo Jadi Acuan Para Reseller Luar Jateng
Kemudian, bandara juga bisa beroperasi melayani rute sampai ke luar Jawa. Pasalnya, warga Blora maupun sekitarnya, misalnya Bojonegoro dan Tuban banyak berada di Kalimantan. Yang tak kalah penting dari keberadaan bandara, ujar Djoko, adalah pembangunan akses menuju dan dari bandara.
Dia juga perlu menyarankan perlunya integrasi antarmoda, misalnya bus yang membawa ke stasiun atau lokasi wisata. “Perlu ada integrasi antarmoda, semisal bus ke tempat pariwisata,” ucapnya.
Karakteristik penumpang pesawat terbang, lanjut Djoko, terdiri atas pelaku bisnis sebesar 12 persen, wisatawan sebsar 10 persen, aparatur sipil negara (ASN) karena perjalanan dinas sebesar 40 persen, dan sisanya keluarga. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya