Dewan Pers

Dark/Light Mode

Ganjar Dorong Pengembangan 6 Bandara Komersil Dan Perintis Di Jateng

Rabu, 26 Oktober 2022 16:39 WIB
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. (Foto: Ist)
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo mendorong pengembangan enam bandara komersil dan perintis di Jateng sebagai upaya merajut ekonomi kerakyatan.

Hal itu dituturkan Plh Kepala Dinas Perhubungan Jateng, Syurya Deta Syafrie. Deta mengatakan, Ganjar mempermudah akses menuju Jateng melalui pengembangan itu, sehingga jaringan ekonomi rakyat berkembang.

Sampai saat ini, Deta menyebut pihaknya terus melirik potensi pasar baru melalui pengembangan bandara.

''Kami terus melakukan kajian dan mengkreasi terkait bandara untuk membuka rute-rute atau potensi pasar baru,'' kata Deta dalam keterangannya, Rabu (26/10).

Berita Terkait : Santri Di NTT Dukung Ganjar Presiden 2024

Adapun enam bandara yang dikembangkan Ganjar di Jateng yakni Bandara Adi Soemarmo di Kabupaten Boyolali, Bandara Dewandaru di Pulau Karimunjawa Jepara, dan Bandara Jenderal Besar Sudirman di Purbalingga.

Kemudian Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani di Kota Semarang, Bandara Ngloram di Cepu Kabupaten Blora, dan Bandara Tunggul lokasi di Kabupaten Cilacap.

Deta mengatakan, pengembangan bandara secara masif dilakukan di Bandara Ahmad Yani. Menurut Dea, kemegahan bandara tersebut merupakan komitmen Ganjar untuk memberikan manfaat kepada masyarakat di sektor perhubungan yang berdampak pada ekonomi rakyat.

"Bandara di Tambakharjo Semarang Barat itu dengan luas 58.000 meter persegi memuat kapasitas penumpang sembilan kali lipat dari yang lama, atau 19.000 penumpang per hari atau 6,9 juta penumpang per tahun. Sebelumnya hanya 800 ribu penumpang per tahun," beber Deta.

Berita Terkait : AS Dukung Penuh Presidensi G20 Indonesia

Di samping itu, kata Deta, Ganjar juga mendorong penambahan rute pesawat di 2022 ini. Di antaranya rute Semarang ke Jakarta, Semarang ke Ketapang dan Pontianak, hingga rute Semarang ke Makassar.

Sedangkan dua bandara yang dibangun adalah Jenderal Besar Sudirman di Purbalingga dan Ngloram di Cepu, Blora. Menurut Deta, keberadaan bandara ini sangat penting untuk menunjang kemajuan wilayah.

"Serta Investor jelas lebih senang karena akses ke Jateng bagian tengah dan timur kini lebih mudah. Tujuannya simpul-simpul ekonomi kerakyatan akan makin kuat," tuturnya. 

Komitmen Ganjar terhadap bandara mendapat apresiasi dari Majalah Bandara dalam ajang Bandara Awards 2018. Ganjar dinyatakan sebagai Kepala Daerah yang berkomitmen tinggi dalam mendorong pengembangan Bandara Udara di Indonesia.

Berita Terkait : Hebat, Lapak Ganjar Pranowo Jadi Acuan Para Reseller Luar Jateng

Pengembangan infrastruktur bandara di Jateng telah membuka isolasi Wilayah dalam rangka pemerataan pembangunan wilayah di Jawa Tengah.

Hal ini menjadi salah satu alasan yg menjadikan Jawa Tengah menerima Penghargaan Perencana Pembangunan Daerah (PPD) Terbaik Tingkat Provinsi 2019 dan 2020 dari Bappenas. 

Sementara itu, mantan Kadishub Jateng Satriyo Hidayat menjelaskan, Bandara Ngloram hadir untuk menjawab potensi ekonomi di kawasan Blora yang berdekatan dengan Bojonegoro yang memiiki hotel bintang lima dan keberadaan Blok Cepu dengan perusahaan yang mempekerjakan ekspatriat.
 Selanjutnya