Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Etilen Glikol, Biang Kerok Kasus Gagal Ginjal Akut, Ternyata Disukai Hewan
Sabtu, 29 Oktober 2022 10:30 WIB
Sebelumnya
Jika mengenai saluran pernapasan, iritasi mungkin saja terjadi. Tapi, kasusnya amat sedikit.
"Kecuali cairan yang mengandung etilen glikol itu dipanaskan dan dikocok, kemudian disemprotkan. Itu bisa menyebabkan keracunan," papar dokter kelahiran Kauman Yogyakarta, 11 Februari 1947 ini.
Menurut Prof. Beri, rute paparan etilen glikol yang paling sering terjadi, adalah lewat mulut. Seperti pada kasus di Gambia dan Indonesia, yang diduga akibat sirup obat.
Berikut tahapan yang dialami tubuh, jika keracunan etilen glikol:
Stadium 1
Baca juga : Status KLB Gagal Ginjal Akut Masih Digodok Nih
Pada rentang 30 menit sampai 12 jam setelah paparan, metabolit dari etilen glikol ini memproduksi zat yang dapat membikin depresi sistem saraf pusat.
Sehingga, menyebabkan intoksikasi, mirip hiperosmolaritas yang bisa terjadi akibat minum alkohol ataupun etanol.
Stadium 2
Dalam waktu 12 hingga 48 jam, metabolit etilen glikol akan menghasilkan asidosis berat. Darah menjadi asam, sehingga menimbulkan hiperventilasi.
Napas menjadi sangat cepat. Terbentuk kristal-kristal kalsium oksalat yang mengendap di otak, paru, ginjal, dan jantung.
Baca juga : Keseriusan Ganjar Pranowo Awasi Dan Cegah Penyakit Gagal Ginjal Akut Di Jawa Tengah
Stadium 3
Dalam 24 hingga 72 jam, cedera ginjal akut dapat terjadi akibat efek langsung keracunan etilen glikol.
Kalau keracunannya berat, bisa mengakibatkan koma, tidak sadar, hingga meninggal.
Keracunan di ginjal merupakan konsekuensi utama akibat penyerapan etilen glikol, yang menbuat sel-sel ginjal mati dan rusak.
Ini yang disebut nekrosis tubular, yang dapat menyebabkan gagal ginjal dalam waktu 24 - 28 jam.
Baca juga : Bareskrim Periksa 2 Perusahaan Farmasi Terkait Kasus Gagal Ginjal Akut
"Jika kerusakan ginjal tidak diobati, anak jadi tidak bisa pipis. Jumlah urine-nya sangat sedikit, sehingga harus segera dilakukan hemodialisis atau cuci darah, yang bukan satu dua kali. Tapi jangka panjang," beber Prof. Beri, yang juga Ketua Satuan Tugas Ikatan Dokter Indonesia (Satgas IDI) untuk Covid-19.
"Keracunan etilen glikol, juga bisa menyebabkan tingginya kadar kalium. Sehingga, mengganggu irama jantung yang berujung pada kematian," pungkasnya. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya