Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Musyawarah Nasional (Munas) XI Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) di Kota Palu, Sulawesi Tengah, diwarnai kericuhan. Hal itu terlihat dari sebuah video amatir yang beredar di media sosial.
Dalam video berdurasi 22 detik tersebut terlihat seorang peserta tampak maju ke depan panggung mendekati pimpinan sidang Munas KAHMI. Pria yang memakai rompi hitam bertuliskan Panitia Nasional itu terlihat mengangkat tangan sambil teriak-teriak "Pimpinan Sidang".
Baca juga : Di Munas HIPMI, Jokowi Ingatkan Menteri Hati-hati Buat Kebijakan
Kemudian, salah satu peserta munas menghalangi pria tersebut, lalu mendorongnya keluar untuk menjauhi pimpinan sidang munas KAHMI.
Video lainnya memperlihatkan salah seorang pria memakai almamater kuning tampak pingsan pada acara Munas KAHMI itu dan para peserta lainnya mengangkat pria tersebut. Selain itu, ada juga ada video kericuhan di Munas Forhati yang memperlihatkan sejumlah peserta naik ke panggung menuju ke pimpinan sidang munas.
Sekretaris Umum Majelis Wilayah (MW) Forhati Sulawesi Tenggara, Ayu Milawarti mengatakan, kejadiannya sekitar pukul 00.30 WITA. Kericuhan terjadi akibat perdebatan metode pemilihan.
“Terjadi perdebatan tentang pemilihan. Ada dua opsi, ada e-voting ada juga konvensional," ujarnya, Minggu (27/11).
Baca juga : Prof Imam Mujahidin: KAHMI Harus Menjadi Rumah Kebangsaan
Dari dua opsi itu, yang memiliki suara terbanyak adalah pemilihan secara konvensional. Hal itu dikarenakan panitia yang terkesan kurang siap dalam hal persiapan. Bahkan, terkait id card saja masih banyak yang belum dapat sampai kegiatan sudah berjalan.
Ayu melihat, Steering Committee terkesan memaksakan harus secara e-voting, sehingga kembali terjadi lagi perdebatan dan sidang di skorsing kembali. "Sudah sidang pleno 4, Steering Committee meminta majelis wilayah memilih lagi ini mau pemilihan secara e-voting atau konvensional," pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.