Dark/Light Mode

ICW : Pansel Capim KPK Gagal Berikan Optimisme Publik

Senin, 5 Agustus 2019 17:28 WIB
Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Kurnia Ramadhana. (foto: Istimewa).
Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Kurnia Ramadhana. (foto: Istimewa).

RM.id  Rakyat Merdeka - Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Kurnia Ramadhana menilai, 40 nama yang lolos dalam tes psikologi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2019-2024 tidak memenuhi ekspektasi publik.

"Rasanya tidak berlebihan jika menyebutkan bahwa hasil seleksi pada tahapan ini tidak terlalu memuaskan ekspektasi publik. Ini mengartikan bahwa Pansel (Panitia Seleksi) gagal memberikan kesan optimisme bagi publik untuk menghasilkan calon Pimpinan KPK yang benar-benar berintegritas, profesional, dan independen," ujar Kurnia lewat pesan singkatnya, Senin (5/8).

Baca juga : Jaringan Telkomsel Mulai Berangsur Pulih

Kurnia menyebut, ada 2 poin penting terkait hasil seleksi kali ini. Pertama, terdapat beberapa nama yang diduga mempunyai catatan serius pada masa lalu.

"Tentu poin ini mesti dikroscek ulang oleh Pansel. Jangan sampai ada pihak-pihak yang mempunyai kepentingan tertentu terpilih menjadi Komisioner KPK," imbau Kurnia.

Baca juga : ICW: Capim KPK Dari Polri Dan Kejagung Beri Posisi Saja Di Institusinya

Kedua, lanjut dia, sampai pada tahapan ini, untuk kesekian kalinya Pansel mengabaikan isu integritas. Hal tersebut dapat dilihat dari figur yang berasal dari penyelenggara negara maupun penegak hukum yang dinilai abai dalam kepatuhan menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), namun masih juga tetap diloloskan oleh Pansel.

Menurut Kurnia, LHKPN seharusnya mutlak dipertimbangkan oleh Pansel ketika melakukan tahapan seleksi terhadap pendaftar yang berasal dari lingkup penyelenggara negara dan penegak hukum sesuai dengan Pasal 29 huruf K UU 30 Tahun 2002. Namun sayang, rasanya Pansel terlewat mempertimbangkan hal tersebut.

Baca juga : Pansel Capim KPK Pelajari 900 Laporan Dan Masukan Dari Rakyat

"Jangan lupa, bahwa potret kerja Pansel saat ini merupakan representasi dari sikap Presiden. Jika publik banyak yang tidak puas dengan hasil kerja Pansel tentu Presiden harus mengevaluasi setiap langkah yang telah dilakukan oleh Pansel. Jangan sampai citra Presiden justru tercoreng karena tindakan keliru yang dilakukan oleh Pansel," tutur Kurnia.

Sebanyak 40 orang Capim KPK lolos tes psikologi yang telah ikuti oleh 104 kandidat pada Ahad (28/7) lalu. Mereka yang dinyatakan lolos diwajibkan mengikuti profile asesment atau seleksi tahap empat yang dijadwalkan pada Kamis-Jumat, 8-9 Agustus 2019, di Lembaga Ketahanan Nasional, Jakarta, sekitar pukul 07.30 WIB. [OKT]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.