Dark/Light Mode

KPU Sebaiknya Jelaskan

Isu Pilpres Diatur, Ah, Yang Benar Aja

Rabu, 28 Desember 2022 06:50 WIB
Ketua KPU Hasyim Asy`ari. (Foto: Istimewa).
Ketua KPU Hasyim Asy`ari. (Foto: Istimewa).

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Umum Partai Republik Satu, Hasnaeni Moein, tak henti bikin sensasi. Setelah mengaku dilecehkan Ketua KPU Hasyim Asy’ari, perempuan yang akrab disapa Wanita Emas ini, kembali bikin heboh dengan menyebut Pilpres 2024 sudah diatur untuk memenangkan calon tertentu. Banyak yang tak percaya dengan celotehan perempuan yang kini mendekam di penjara ini. Meski begitu, KPU sebaiknya memberikan penjelasan supaya isu ini tidak liar ke mana-mana.

Isu Pemilu sudah didesain ini disampaikan Hasnaeni dalam video yang beredar di media sosial sejak sepekan lalu. Dalam video itu, Hasnaeni yang berstatus tersangka kasus dugaan korupsi penyimpangan dana PT WBP Tahun 2016-2020, mengklaim bahwa Ketua KPU Hasyim Asy’ari pernah menyatakan bahwa Pilpres 2024 didesain untuk memenangkan pasangan Ganjar Pranowo-Erick Thohir.

Baca juga : KPK Tetapkan Bupati Mamberamo Tengah Tersangka Pencucian Uang

"Dia pernah menjelaskan kepada saya bahwa yang akan menjadi Presiden itu, akan didesain oleh KPU, bahwa Pak Ganjar dan pasangan Erick Thohir. Itu statement-nya Pak Hasyim Asy’ari sendiri kepada saya. Bercerita waktu saya berduaan," kata Hasnaeni, dalam potongan video yang tidak lebih dari 1 menit itu.

Kata dia, omongannya ini mungkin saja dibantah. Namun, ia mengaku memiliki bukti yang memperkuat omongannya itu. “Nantilah dibuktikan," imbuhnya. Ia pun mengklaim, informasi ini yang membuatnya harus mendekam di penjara.

Baca juga : ‘Si Kutu’ InginTetap Berkibar

Di jagat Twitter, omongan Hasnaeni ini mendapat banyak tanggapan. Ada yang memperhatikan, meski banyak juga menganggapnya sebagai angin lalu.

Waketum NasDem Ahmad Ali menilai. omongan Hasnaeni ini mengada-ada alias tidak berdasar. Kata dia, komisioner KPU mempunyai bermacam latar belakang. Rasanya, sulit untuk membenarkan pernyataan tentang pemilu sudah didesain untuk memuluskan langkah Ganjar.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.