Dark/Light Mode

KPU Sebaiknya Jelaskan

Isu Pilpres Diatur, Ah, Yang Benar Aja

Rabu, 28 Desember 2022 06:50 WIB
Ketua KPU Hasyim Asy`ari. (Foto: Istimewa).
Ketua KPU Hasyim Asy`ari. (Foto: Istimewa).

 Sebelumnya 
Ali menduga, omongan Hasnaeni yang ditujukan kepada KPU mungkin saja bermotif sakit hati karena partai yang dibikinnya tak lolos. Namun, dia berharap KPU segera menyampaikan klarifikasi. Politisi NasDem yang kerap mendampingi Anies Baswedan melakukan safari politik ini khawatir jika pernyataan Hasnaeni ini mendelegitimasi KPU.

"Ini upaya memprovokasi sehingga menimbulkan ketidakpercayaan kepada penyelenggara pemilu,” ucapnya.

Baca juga : KPK Tetapkan Bupati Mamberamo Tengah Tersangka Pencucian Uang

Politisi senior PDIP Hendrawan Supratikno menyempatkan hal serupa. Menurut dia, tuduhan Hasnaeni itu tidak mempunyai bukti.

“Kalau gerutu, omelan, dugaan tak berdasar, dianalisis, kita yang waras akan pusing," kata Hendrawan, kemarin.

Baca juga : ‘Si Kutu’ InginTetap Berkibar

Sementara itu, Deputi Bappilu Partai Demokrat Kamhar Lakumani berharap informasi ini mendapat perhatian serius. Kata dia, info yang disampaikan Hasnaeni sangat sensitif karena menyangkut independensi dan imparsialitas penyelenggara Pemilu.

"KPU dan DPR mesti menindaklanjuti ini, dan publik juga mesti melakukan kontrol demokrasi atas informasi ini," ujarnya.

Baca juga : 40 Tahun Jalankan Sistem EPR, Korsel Sukses Daur Ulang Sampah Plastik

Semenatara, Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Khoirunnisa Nur Agustiyanti heran, isu tersebut belum juga diklarifikasi KPU. Kata dia, KPU mestinya responsif dalam menghadapi berbagai isu yang berseliweran. Sebab, kalau didiamkan, khawatir marwah lembaga penyelenggara pemilu menjadi negatif di mata publik.

"Kalau kerja-kerja KPU tidak sesuai prinsip, ini bisa saja membuat kecurigaan di publik," ujar Khoirunnisa, kemarin. [BCG]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.