Dark/Light Mode

Electric Rice Milling Vehicle (ERMV): Mobil Penggiling Gabah Terintegrasi Sel Surya, Mobilitas Masa Depan Pengusaha Penggiling Gabah

Selasa, 3 Januari 2023 22:23 WIB
Solar panel, solusi pengisian mobil listrik. (Foto: Okezone)
Solar panel, solusi pengisian mobil listrik. (Foto: Okezone)

Penggunaan bahan bakar minyak bumi dipastikan terus mengalami kesulitan di tengah ketidakseimbangan antara suplai minyak bumi dan konsumsi yang semakin meningkat. 

Hambatan terhadap akses energi itu terjadi atas dasar fakta, bahwa minyak bumi bukanlah sumber energi berkelanjutan. 

Jika berkaca pada keadaan hari ini, minyak bumi masih menempati posisi pertama sebagai sumber energi utama di bidang transportasi. Hal tersebut mengakibatkan transportasi Indonesia hanya akan mampu bertahan hingga 9,5 tahun kedepan (Setyono & Kiyoni, 2021). 

Di samping isu pengikisan cadangan minyak bumi, penggunaan jenis energi ini pun menghasilkan emisi gas buang yang berpotensi memberikan efek domino terhadap lingkungan. 

Salah satu bahan bakar berbasis minyak bumi adalah solar, yang merupakan jenis bahan bakar destilat untuk kendaraan bermotor diesel. 

Mesin diesel mengadopsi sistem impresi yang memicu tekanan dan panas tinggi, sehingga dapat membakar minyak solar yang diinjeksikan ke ruang bakar. 

Umumnya, solar digunakan sebagai bahan bakar pada semua jenis mesin diesel dengan putaran tinggi (di atas 1000 rpm) (BPPT, 2020). 

Pembakaran solar menghasilkan gas buang karbon dioksida (CO2), sulfur dioksida (SO2), karbon monoksida (CO), dan nitrogen oksida (NOx) (Andalia et al. 2018). Gas-gas tersebut merupakan sumber terjadinya emisi gas rumah kaca. 

Lopulalan (2015) mengemukakan, jumlah emisi karbon dioksida kendaraan berbahan bakar solar di Kota Indramayu mencapai 3,18 ton CO2/SMP. Jenis bahan bakar ini, umumnya digunakan oleh para pengusaha penggiling padi.

Rice milling atau biasa dikenal dengan penggiling gabah, merupakan teknologi penting bagi petani dalam mengolah hasil pascapanen. Menimbang urgensinya tersebut, tak sedikit orang membuka jasa penggiling gabah sebagai ladang usaha. 

Mesin penggiling gabah yang digunakan para pengusaha penggiling dapat berupa mesin statis atau dinamis. 

Baca juga : Bantu Pengungsi Banjir Kudus, Mak Ganjar Jateng Buka Dapur Umum

Penggilingan gabah dinamis, menggunakan mesin penggiling diesel berbahan bakar solar yang dilengkapi dengan mobil termodifikasi sebagai media transportasi. Ini mengefisiensikan waktu dan tenaga para petani yang hendak menggiling gabah hasil panen. 

Hingga tahun 2015, terdapat 182.199 unit penggilingan padi, yang terdiri dari 2.076 unit jenis penggilingan besar, 8.628 unit penggilingan gabah sedang dan 171.495 unit (94,12 persen) tersebar di seluruh Indonesia (Kominfo Jawa Timur, 2015). 

Namun sayangnya, penggiling dinamis memiliki efek bising yang dapat mengganggu masyarakat sekitar. 

Dilansir dari ikobengkulu.com, penggiling gabah dinamis membutuhkan setidaknya 35 liter bahan bakar per hari, untuk mendapatkan 2,5 ton beras dari hasil penggilingan 4 ton gabah.  

Nahas, kelangkaan stok solar bersubsidi terus terjadi, seiring makin surutnya persediaan energi minyak bumi. 

Menyikapi hal tersebut, pemerintah mengeluarkan kebijakan pembatasan penggunaan solar. Pengguna wajib memiliki surat rekomendasi dari pemerintah setempat. 

Dirasa sebuah solusi, ternyata ini hanya sekadar delusi. Karena batas maksimum pembelian solar hanya 20 liter, jauh dari kata cukup memenuhi kebutuhan bahan bakar harian. 

Alhasil, para pengusaha penggiling kehilangan sebagian besar keuntungan. Penghasilan yang tak seberapa, harus tetap dipangkas untuk membeli bahan bakar guna memenuhi kebutuhan hidup. 

Solusi visioner yang dapat digagas untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah mengimplementasikan kendaraan listrik. Hal ini didukung oleh Perpres No.55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai untuk Transportasi Jalan. 

Kendaraan elektrik bersifat ramah lingkungan, serta menawarkan peluang penggunaan sumber energi bersih dan berkelanjutan, karena dapat bersumber dari energi terbarukan. Misalnya saja panel surya, panas bumi, dan lain sebagainya, yang hampir tidak kenal persoalan penipisan sumber energi. 

Dilihat dari segi kesederhanaan desain dan perawatan, kendaraan listrik tersusun atas elemen dalam jumlah kecil. Sehingga, membutuhkan biaya perawatan yang jauh lebih murah, rangkaian mesin sederhana, serta hampir tidak menghasilkan kebisingan mesin. 

Baca juga : Muhammadiyah Tegaskan, Pemilu 14 Februari 2024 Harga Mati

Ditinjau dari biaya pemeliharaan, biaya kendaraan listrik jauh lebih rendah dibanding biaya pemeliharaan dan bahan bakar konvensional. Bahkan, jika dihitung penggunaan energi per kilometernya. Selain itu, listrik sebagai bahan bakar dari kendaraan tersebut, tidak menghasilkan emisi buang (Sanguesa et al. 2021). 

Terlepas dari keuntungan penggunaan kendaraan listrik, hal selanjutnya yang menjadi catatan adalah akses menuju rumah pengisian energi. Per Oktober 2022, Indonesia berhasil mendirikan lebih dari 300 SPKLU yang tersebar di 295 lokasi (CNN Indonesia, 2022). 

Namun, lokasi pembangunannya masih didominasi oleh kota-kota besar ataupun pusat kota yang notabene jauh dari pedesaan. Kendati terdapat skema lain berupa sistem home charging sebagai alat untuk pengisian energi, tak sedikit masyarakat tani di pedesaan yang daya listrik rumahnya tergolong rendah. Sehingga, tidak memungkinkan untuk melakukan instalasi pengisi daya. 

Dalam kondisi ini, Electric Rice Milling Vehicle (ERMV) sebagai penggiling gabah dinamis bertenaga surya dapat dipertimbangkan sebagai salah satu solusi potensial. 

ERMV dirancang dengan melibatkan model mobil termodifikasi dengan sel surya fleksibel. 

Sel surya jenis ini, memiliki massa yang lebih ringan, sehingga tidak membebani mobil. Sel surya dipasang di sepanjang atap model mobil, sehingga sinar matahari yang mengenai sel surya pada mobil akan memberikan output berupa energi listrik. Listrik mengalir ke battery charge unit lalu ke aki, sehingga mobil dapat dijalankan (Syahyuniar, 2016). 

Arus listrik pada mobil, dihubungkan dengan mesin penggiling padi elektrik yang dilengkapi tombol on-off untuk mengatur kerja mesin. 

Sejatinya, rangkaian PV terhubung dengan beban. Suplai PV akan langsung menuju beban, setelah distabilkan melewati charger controller. 

Jika suplai PV ke beban lebih besar dibanding kebutuhan bebannya, maka sisa suplai akan dialirkan menuju baterai, saat kapasitas beterai berada di  titik rendah. 

Ketika baterai dalam keadaan penuh, battery charger unit akan menutupi hubungan antara PV dan baterai. Sehingga, tegangan keluaran PV tidak lagi mengisi baterai. Ini penting untuk menghindari kerusakan. 

Menurut Syahyuniar (2016), untuk menggerakkan dinamo mobil listrik bertenaga surya dibutuhkan tegangan 48 volt, arus 35 ampere dan daya sebesar 1.680 watt dengan serapan baterai terhadap energi dari panel surya sebesar 10720,1 wh sehingga model dapat berjalan selama 6,4 jam.

Baca juga : Syarifuddin: Kami Tak akan Menyerah Jadikan MA Lebih Baik Di Tahun 2023

Cadangan energi minyak bumi akan menemukan titik akhirnya. Kelangkaan bahan bakar tak bisa dihalau, di tengah meningkatnya permintaan pasar. 

Kelangkaan solar, membuat para penggiling padi menjerit.  Karena bisa saja, harganya menjadi mahal. Atau, diberlakukan pembatasan pembelian dibawah kebutuhan minimum.

Upah jasa yang tak seberapa, tetap harus tetap dipangkas untuk membeli bahan bakar guna memenuhi kebutuhan hidup. 

Di sisi lain, muncul efek domino yang ditimbulkan pasca penggunaan jenis energi tersebut masih berlanjut, hingga saat ini. Bahkan, sampai pada titik yang amat mengkhawatirkan, akibat penimbunan efek gas rumah kaca di atmosfer. 

Hal yang perlu dilakukan adalah mendukung gerakan transisi energi, yaitu peralihan energi konvensional berbasis fosil dan minyak bumi ke sumber energi baru terbarukan.  

Salah satunya berupa Electric Rice Milling Vehicle (ERMV) sebagai penggiling gabah dinamis bertenaga surya untuk menekan konsumsi solar dan kesenjangan para penggiling. 

Menimbang pola lintasan yang sederhana dengan waktu kerja yang sewajarnya selaku penggiling gabah,  ERMV berpeluang besar untuk dikembangkan dan diimplementasikan di masa depan. ***


Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.