Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Prabowo di KTT BRICS: Indonesia Tidak Suka Didikte Kekuatan Tertentu
- Hari Ke-6, Tim SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal di Selat Sunda
- Telkomsel Luncurkan Halo Optima Hadirkan Kuota Hingga 2.000 GB
- Luka Menalo Kecewa, Igor Tolic Minta Maaf
- Roll To Glory FIFA ASEAN Cup 2026 Meriahkan CFD Jakarta
Prof. Tjandra: Survei Serologi Makin Oke, Kalau Angka Cut Off Juga Dijelaskan
Jumat, 30 Desember 2022 22:43 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Mantan Direktur WHO Prof. Tjandra Yoga Aditama angkat bicara soal pencabutan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) per hari ini.
Dalam konferensi pers pada Jumat (30/12), Presiden Jokowi mengatakan, pencabutan PPKM tidak dilakukan asal-asalan. Selama lebih dari 10 bulan, pemerintah melakukan evaluasi dengan pertimbangan yang mendalam.
Salah satunya, adalah hasil survei serologi Juli 2022 sudah setinggi 98,5 persen.
Baca juga : Kendalikan Rokok, Bupati Klungkung Raih Penghargaan WHO
"Akan lebih baik lagi, jika pemerintah menjelaskan berapa angka patokan cut off dalam survei serologi tersebut. Karena akan memperkuat keyakinan kita, dalam menangani Covid di hari-hari mendatang," kata Prof. Tjandra dalam keterangannya, Jumat (30/12).
Dia menjelaskan, Desember ini, pemerintah Inggris baru saja merilis data terbaru survei serologi mereka. Angkanya ada dua versi. Tergantung angka cut-off yang digunakan.
Penjelasan pemerintah Inggris menyebutkan, hasil tes dianalisis berdasarkan kadar antibodi 179 nanograms per milliliter (ng/ml) level (lower level). Juga terhadap kadar 800 ng/ml level (higher level).
Baca juga : Prof. Tjandra Ingatkan, Perokok Berisiko 2,17 Kali Kena Pneumonia Komunitas
"Hasilnya tentu beda. Kalau pakai patokan rendah, hasil serologinya akan tinggi. Begitu pula sebaliknya," ujar Direktur Pasca Sarjana Universitas YARSI/Guru Besar FKUI itu.
Berikut hasil serologi, jika memakai patokan rendah (179 ng/ml):
- Inggris (England) 97.3 persen
- Wales 96,9 persen
- Irlandia Utara 96,4 persen
- Skotlandia 96,6 persen
Sementara jika menggunakan patokan tinggi (800 ng/ml), angkanya adalah sebagai berikut:
- Inggris (England) 77,9 persen
- Wales 73,4 persen
- Irlandia Utara 75,3 persen
- Skotlandia 75,4 persen
Baca juga : Prof. Tjandra Bagikan 6 Tips Usir Stroke, Salah Satunya Kelola Stres
Prof. Tjandra kembali menekankan, survei serologi yang memadai, akan memperkuat keyakinan kita dalam menghadapi aneka persoalan Covid. Termasuk, tentang perlu tidaknya tes Covid bagi pendatang dari China, yang kini mengalami lonjakan kasus gila-gilaan.
"Awal minggu ini, Inggris memberikan sinyal tidak akan mewajibkan tes bagi pelancong dari China. Namun, seiring perkembangan keadaan, pada Jumat (30/12), pemerintah Inggris mulai berubah. Mereka terus melakukan penilaian, apakah akan mewajibkan tes Covid bagi pendatang dari China atau tidak," pungkas mantan Dirjen Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, serta mantan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes). ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya