Dewan Pers

Dark/Light Mode

Setelah Bikin Sekber

KIR Ngeledek KIB

Rabu, 25 Januari 2023 07:04 WIB
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bersama Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar saat meresmikan Sekber Gerindra dan PKB di Jakarta, Senin (23/1). (Foto: Instagram PKB)
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bersama Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar saat meresmikan Sekber Gerindra dan PKB di Jakarta, Senin (23/1). (Foto: Instagram PKB)

RM.id  Rakyat Merdeka - Setelah meresmikan Sekretaris Bersama (Sekber), Koalisi Indonesia Raya (KIR) yang dihuni Gerindra dan PKB mulai berani ngeledek koalisi lain. Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang duluan deklarasi, tapi belum punya Sekber, balik ngeledek.

Gerindra dan PKB resmi mendirikan Sekber sebagai persiapan Pemilu dan Pilpres 2024, Senin (23/1). Alamatnya, tepat di sebelah rumah dinas Wakil Presiden, Jalan Ki Mangunsarkoro Nomor 1, Menteng, Jakarta Pusat. 

Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto mengatakan, pendirian Sekber merupakan lanjutan dari kesepakatan kedua partai untuk berkoalisi pada 13 Agustus 2022. Peresmian ini sekaligus bukti bahwa koalisi Gerindra dan PKB solid.

Sementara, Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar berharap, Sekber ini akan membawa PKB dan Gerindra semakin maju menghadapi Pemilu tahun depan. Imin meyakini kedua partai akan membawa kemajuan bagi negara ke depan.

Wakil Ketua Umum Gerindra, Habiburokhman mengatakan, Sekber ini akan menjadi pusat aktivitas Gerindra dan PKB untuk memaksimalkan kerja-kerja koalisi. Dengan Sekber ini, komunikasi antara dua partai juga lebih mudah. 

Habiburokhman kemudian membandingkan, KIR lebih maju dibandingkan koalisi lain. "Kalau anda lihat, memang belum ada satupun pasangan capres dan cawapres. Dari semua koalisi itu, yang paling maju adalah kita, paling kompak, nggak ada saling serang di media dan sebagainya," katanya.

Berita Terkait : Digitalisasi Bikin UMKM Naik Kelas

Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra, Budisatrio Djiwandono menyebut, Sekber Gerindra dan PKB menjadi sejarah bahwa kedua partai berkomitmen dan kompak menatap Pemilu 2024. Sekber ini juga sebagai tanda dimulainya babak baru dalam perjuangan bersama antara Gerindra dengan PKB.

"Sejarah ini juga menjadikan KIR sebagai koalisi yang paling solid dalam merancang strategi pemilu, merumuskan arah pembangunan Indonesia, dan memperjuangkan kepentingan rakyat secara bergotong-royong," tutur Budi.

Peresmian Sekber KIR di Menteng, Jakarta Pusat, merupakan rangkaian awal dari pembentukan Sekber KIR lainnya di seluruh provinsi dan kabupaten/kota dalam waktu dekat. Ia menyebut, peresmian Sekber menunjukkan kekompakan, keharmonisan, dan kepercayaan dari seluruh struktur kedua partai.

Bukti soliditasnya, momen peresmian beberapa digunakan PKB menyampaikan hasil Ijtima Ulama Nusantara. Imin yang menyampaikan secara langsung hasil ijtima itu kepada Prabowo. Sementara Prabowo, akan mempertimbangkan secara matang hasil ijtima tersebut.

Bukti soliditas lainnya, bakal capres dan cawapres KIR tidak akan berubah, yakni ditentukan oleh Prabowo dan Imin. "Hasil Ijtima Ulama Nusantara diterima dengan baik serta akan dipertimbangkan secara matang oleh Pak Prabowo," kata Budi.

Tak lupa, sambung Budi, Prabowo juga menegaskan bahwa KIR menganggap semua partai sebagai sahabat. Oleh sebab itu, peluang bergabungnya partai lain ke KIR masih terbuka lebar.

Berita Terkait : Sandi Diledek Orang-orang Prabowo

"Ini merupakan salah satu nilai luhur dalam demokrasi. Di mana komunikasi antar partai politik terus berjalan, demi memberikan pilihan terbaik untuk segenap rakyat Indonesia," cetus Budi.

Menanggapi pernyataan ini, KIB angkat suara. Wakil Ketua Umum PAN Yandri Susanto mengatakan, KIB juga masih membuka pintu untuk partai lain. Tawaran ini juga ditujukan kepada PKB dan Gerindra, termasuk partai di luar parlemen.

"Ya kalau mau, Gerindra-PKB gabung ke KIB. Kita welcome banget tuh. Komunikasi itu terus kita lakukan," ucap Yandri, membalas.

Ia mengakui, PAN juga terus berkomunikasi dengan PKB dan Gerindra, meski partai berlambang matahari ini sudah bekerja sama dengan PPP dan Golkar dalam KIB. "Karena menurut PAN itu sebelum janur kuning melengkung, kalau istilahnya orang mau menikah ya sebelum ijab qobul semua masih bisa terbuka," cetusnya.

Meski demikian, Yandri memastikan bahwa ketiga parpol dalam KIB tetap solid. Bagi KIB tak ada masalah, apakah bakal menjadi koalisi gemuk, atau tetap dengan tiga parpol. Yang jelas, semuanya masih dinamis.

Ketua DPP PPP, Achmad Baidowi menegaskan, bagi KIB, Sekber tidaklah penting, karena fungsinya hanya sebatas tempat kumpul-kumpul. Lagipula, anggota KIB memiliki kantor masing-masing. 

Berita Terkait : Firli Ngegas Jelang Lebaran

"Kalau sekadar kumpul-kumpul nggak perlu di Sekber. Wong urusan kesekretariatan, terdata di KPU saja belum sebagai koalisi partai politik," kata pria yang akrab disapa Awiek ini.

Ia pun menegaskan, KIB solid. Sebab itu, dirinya meminta semua partai saling menghormati, dan tidak perlu saling sindir. Mengingat, masing-masing partai memiliki hak politik yang sama dalam menentukan pilihan dan strategi politiknya.

“Bagi KIB, tidak urgent Sekber-sekber hari ini. Yang terpenting melahirkan gagasan koalisi yang bagus, melahirkan calon potensial, dan bisa memenangkan kontestasi pilpres. Karena KIB ingin memenangkan kontestasi pilpres, bukan ingin mendirikan Sekber," pungkas Awiek.