Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Saran Netizen Untuk Mahfud MD
Sebaiknya Bentuk Badan Khusus Pemberantasan Pencucian Uang
Selasa, 14 Maret 2023 06:45 WIB
Sebelumnya
“Itu kan pencucian uang. Kita tegakkan ini. Mari kita cari jalan ke depan. Kalau sudah jalan pembenahan di Kemenkeu,” ujarnya.
Netizen meminta kepada para aparat penegak hukum agar bekerja dengan senyap. Penegak hukum diingatkan, jangan banyak omong, khawatir dananya dikaburkan. Tangkap para pelaku pencucian uang di kementerian.
Akun @Sukino meminta Mahfud terus membongkar praktik gelap di K/L. Kata dia, korupsi di Indonesia sudah akut.
“Mantab Pak Mahfud, bongkar tuntas biar jelas ketauan borok di seluruh kementerian dan lembaga,” kata @Sanca_78. “Maju terus Pak Mahfud, hajar mereka yang mengisap uang negara,” desak @I Gusi Kompiang Aryadi.
Baca juga : Indonesia Butuh Pemimpin Berani Dan Bersih
Akun @Bledek_Plecik_dor meminta aparat penegak hukum kerja dengan senyap dan langsung menangkap para pelaku pencucian uang. Dia mengingatkan, para penegak hukum untuk tidak banyak omong. “Nanti pada kabur ke luar negeri,” katanya.
Menurut @Labib_Akmal, sebetulnya dengan adanya Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mudah melacak transaksi-transaksi oknum kementerian yang nakal. “Ayo bersih-bersih dan tangkap oknum yang nakal,” desak dia.
Akun @Julius_Tan menyarankan Pemerintah agar membentuk badan khusus untuk memberantas pencucian uang yang ada di kementerian atau lembaga.
Bahkan, @Muhammad_Makfud mendesak Menko Polhukam jangan cuma omong saja. “Segera bertindak tegas dan pelakunya dihukum mati dan segera disita harta mereka untuk negara,” ujarnya.
Baca juga : Penentuan Bahaya Tidaknya Zat Kimia Pada Kemasan Perlu Kajian Ilmiah
Akun @Antonius_Fernandez mendorong masyarakat agar menyelidiki lebih dalam Kementerian Pekerjaan Umum, khususnya Kepala Balai Jalan dan Jembatan Nasional di seluruh Indonesia. Kata dia, di jabatan itu terdapat ratusan triliun uang negara untuk membuat proyek jalan dan jembatan setiap tahun.
“Lihat LPSEdi setiap kementerian, karena biasanya pemenang tender proyek itu perusahaan tidak jelas, alamatnya saja kadang di perumahan dan bukan perusahaan yang operasional rutin,” ungkap @Bagus_sajiwo.
Akun @Picka_house menyebut, banyak yang tadinya karyawan dan gajinya biasa saja tiba-tiba bisa membuat perusahaan sendiri dalam sekejap mata. Kata dia, model dan fenomena tersebut sangat patut dicurigai.
“DPR dan Pemerintah segera sahkan Undang-Undang Perampasan Aset agar para koruptor dimiskinkan,” desak @maliki_maliki.
Baca juga : Mahfud Ngaku Belum Terima Undangan Pelantikan Menteri
Akun @lengkung_bersama mengatakan, sekarang ini orang sedang berlomba-lomba mendirikan cafe, kedai kopi maupun kuliner. Usaha-usaha tersebut, dijadikan sarana untuk tempat pencucian uang dengan cara mengatasnamakan saudara, kerabat atau orang lain. “Begitulah kira-kira modus operandinya,” katanya. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya