Dark/Light Mode

Saran Netizen Untuk Mahfud MD

Sebaiknya Bentuk Badan Khusus Pemberantasan Pencucian Uang

Selasa, 14 Maret 2023 06:45 WIB
Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD (kiri) dan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani (kanan) berjabat tangan usai menyampaikan keterangan kepada wartawan terkait dugaan transaksi gelap karyawan Kemenkeu di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Sabtu (11/3/2023). (Foto: Antara).
Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD (kiri) dan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani (kanan) berjabat tangan usai menyampaikan keterangan kepada wartawan terkait dugaan transaksi gelap karyawan Kemenkeu di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Sabtu (11/3/2023). (Foto: Antara).

 Sebelumnya 
“Itu kan pencucian uang. Kita tegakkan ini. Mari kita cari jalan ke depan. Kalau sudah jalan pembenahan di Kemenkeu,” ujarnya.

Netizen meminta kepada para aparat penegak hukum agar bekerja dengan se­nyap. Penegak hukum diingatkan, jangan banyak omong, khawatir dananya dika­burkan. Tangkap para pelaku pencucian uang di kementerian.

Akun @Sukino meminta Mahfud terus membongkar praktik gelap di K/L. Kata dia, korupsi di Indonesia sudah akut.

“Mantab Pak Mahfud, bongkar tun­tas biar jelas ketauan borok di seluruh kementerian dan lembaga,” kata @Sanca_78. “Maju terus Pak Mahfud, hajar mereka yang mengisap uang negara,” desak @I Gusi Kompiang Aryadi.

Baca juga : Indonesia Butuh Pemimpin Berani Dan Bersih

Akun @Bledek_Plecik_dor meminta aparat penegak hukum kerja dengan senyap dan langsung menangkap para pelaku pencucian uang. Dia mengingat­kan, para penegak hukum untuk tidak banyak omong. “Nanti pada kabur ke luar negeri,” katanya.

Menurut @Labib_Akmal, sebetulnya den­gan adanya Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mudah mela­cak transaksi-transaksi oknum kementerian yang nakal. “Ayo bersih-bersih dan tangkap oknum yang nakal,” desak dia.

Akun @Julius_Tan menyarankan Pemerintah agar membentuk badan khusus untuk memberantas pencucian uang yang ada di kementerian atau lembaga.

Bahkan, @Muhammad_Makfud men­desak Menko Polhukam jangan cuma omong saja. “Segera bertindak tegas dan pelakunya dihukum mati dan segera disita harta mereka untuk negara,” ujarnya.

Baca juga : Penentuan Bahaya Tidaknya Zat Kimia Pada Kemasan Perlu Kajian Ilmiah

Akun @Antonius_Fernandez mendor­ong masyarakat agar menyelidiki lebih dalam Kementerian Pekerjaan Umum, khususnya Kepala Balai Jalan dan Jembatan Nasional di seluruh Indonesia. Kata dia, di jabatan itu terdapat ratusan triliun uang negara untuk membuat proyek jalan dan jembatan setiap tahun.

“Lihat LPSEdi setiap kementerian, karena biasanya pemenang tender proyek itu perusahaan tidak jelas, alamatnya saja kadang di perumahan dan bukan perusa­haan yang operasional rutin,” ungkap @Bagus_sajiwo.

Akun @Picka_house menyebut, ban­yak yang tadinya karyawan dan gajinya biasa saja tiba-tiba bisa membuat peru­sahaan sendiri dalam sekejap mata. Kata dia, model dan fenomena tersebut sangat patut dicurigai.

“DPR dan Pemerintah segera sahkan Undang-Undang Perampasan Aset agar para koruptor dimiskinkan,” desak @maliki_maliki.

Baca juga : Mahfud Ngaku Belum Terima Undangan Pelantikan Menteri

Akun @lengkung_bersama mengatakan, sekarang ini orang sedang berlomba-lomba mendirikan cafe, kedai kopi maupun kuliner. Usaha-usaha tersebut, dijadikan sa­rana untuk tempat pencucian uang dengan cara mengatasnamakan saudara, kerabat atau orang lain. “Begitulah kira-kira modus operandinya,” katanya. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.