Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
BPOM Uji Makanan Kepala Negara KTT ASEAN Setiap 3 Jam Sebelum Dihidang
Jumat, 28 April 2023 21:22 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) bertanggung jawab memastikan keamanan dan keamanan pangan para kepala negara ASEAN yang hadir di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-42 ASEAN di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.
Selain makanan para kepala negara, BPOM dalam hal ini Loka POM Manggarai Barat juga akan mengawasi dan memastikan keamanan makanan yang akan disajikan untuk Wakil Presiden serta tamu negara yang hadir.
Baca juga : Menhub Tinjau Kesiapan Sarana dan Prasarana Transportasi KTT ASEAN ke-42 di Labuan Bajo
Menurut Kepala Loka POM Manggarai Barat Andirusmin Nuryadin, pihaknya akan menggunakan sistem pengujian untuk memastikan bahwa makanan aman dari delapan jenis kandungan berbahaya, yaitu Sianida, Nitrit, Arsen, Timbal, Formalin, Borak, Rhodamin B, dan Methanil Yellow.
Pengujian akan dilakukan tiga jam sebelum makanan disajikan kepada para kepala negara ASEAN. Hasil pengujian kemudian akan dikoordinasikan dengan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) untuk menentukan apakah makanan tersebut layak atau tidak layak disajikan.
Baca juga : Pegawai IKN Belum Gajian
“Loka POM di Kabupaten Manggarai Barat akan terlibat dalam mengawasi dan mengamankan makanan yang akan disajikan untuk Presiden dan Wakil Presiden serta para tamu negara yang akan hadir, sebagaimana yang dilakukan pada G-20 kemarin," kata Andirusmin dalam keterangannya, Jumat (28/4).
Ia menegaskan bahwa Loka POM Manggarai Barat berkomitmen siap berkolaborasi dan bersinergi dalam memperkuat keamanan pangan di wilayah Manggarai Barat termasuk Labuan Bajo bersama lintas sektor terkait baik dari segi pengawasan maupun pengujian makanan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya