Dark/Light Mode

Panggil Orang Meninggal Jadi Saksi Kasus Korupsi

KPK Ngaku Kudet

Senin, 24 Juli 2023 07:20 WIB
Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri. (Foto: Antara)
Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri. (Foto: Antara)

 Sebelumnya 
Para saksi yakni eks Kepala Divisi Budidaya Tanaman PTPN XI (2016-2017) Agoes Noerwidodo; Kepala Bidang Penanaman Modal dan Perizinan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Kabupaten Pasuruan, Alfan Nurul Huda; Tim Pembelian Tanah untuk Lahan HGU PTPN XI (Divisi Umum dan Aset) Tahun 2016 Arief Radinata; Eks Direktur Operasional PTPN (2014-2017) Aris Toharisman; Manager Tanaman Pabrik Gula (PG) Kedawoeng, Aris Cahyono Pakiding; dan, Staf Aset (Divisi Hukum Aset) PTPN XI Agustinus Banu Wiryawan.

Untuk mengumpulkan bukti kasus ini, KPK menggeledah kantor PTPN XI di Surabaya, Perusahaan Gula Assembagoes di Situbondo, dan beberapa kan­tor pihak swasta dan rumah ke­diaman pihak terkait di Surabaya dan Malang.

“Dari lokasi itu ditemukan dan diamankan antara lain berbagai dokumen transaksi jual beli lahan, alat elektronik yang memiliki sangkut paut dengan perkara. Penyitaan dilakukan dalam rangka melengkapi berkas perkara berkaitan kasus dugaan korupsi pengadaan lahan HGU PTPN XI,” ungkap Ali.

Baca juga : Bareskrim Usut Korupsi Dana BOS Di Al Zaytun

Dalam penyidikan kasus ini, KPK telah menetapkan sedikitnyadua tersangka. Salah satunya mantan direksi PTPN XI.

PTPN XI diketahui meng­investasikan dana sebesar Rp 116 miliar untuk membeli la­han tebu. Langkah ini sebagai salah satu upaya meningkatkan produksi tebu sendiri (TS) sejalan denganmeningkatnya kapa­sitas pabrik gula di Lumajang danSitubondo.

Direktur Utama PTPN XI saat itu, M. Cholidi mengatakan dalammembeli lahan di kawasan Situbondo yang berbatasan denganTaman Nasional Baluran, perseroan menggandeng Bank Mualamat untuk pembiayaan pembelian lahan.

Baca juga : 3 Anggotanya Kena Kasus Korupsi CPO, GAPKI: Kami Patuh Pemerintah

“Dari total investasi terse­but, sebesar Rp 25 miliar dari internal kami, dan kekurangan­nya mendapat pembiayaan dari Bank Muamalat,” katanya Senin (25/9/2017).

Dia menjelaskan total lahan yang telah dibeli tersebut seluas 267 hektare (ha). Lahan yang merupakan bekas tanaman pohon kapuk tersebut dipilih lantaran dinilai potensil untuk ditanami tebu. Apalagi, di depan kawasan lahan itu terdapat bendungan atau Waduk Bajulmati yang bisa dimanfaatkan untuk sistem irigasi atau pengairan sawah.

“Selain itu di kawasan Situbondo memiliki panjang penyinaran yang kuat karena dekat dengan pantai dan air yang sedikit asin sehingga protas bisa tinggi dan rendemen target kami bisa 9 persen,” jelasnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.