Dark/Light Mode

Quick Count by Litbang Kompas
Anies & Muhaimin
%
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
%
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
%
Ganjar & Mahfud
Waktu |

Moeldoko: Indonesia Butuh Pemuda Punya Kematangan Emosional

Sabtu, 5 Agustus 2023 19:53 WIB
Kepala Staf Kepresidenan, Dr, Moeldoko, dalam kegiatan Festival Al Banjari Piala Masjid Moeldoko, di Pondok Pesantren Al Fatimah Bojonegoro, Jumat (4/8) malam. Foto: Istimewa
Kepala Staf Kepresidenan, Dr, Moeldoko, dalam kegiatan Festival Al Banjari Piala Masjid Moeldoko, di Pondok Pesantren Al Fatimah Bojonegoro, Jumat (4/8) malam. Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Kepala Staf Kepresidenan Dr. Moeldoko, menyatakan Indonesia butuh pemuda yang memiliki kematangan emosional.

Sebab mereka mampu untuk menghormati dan menghargai perbedaan, berwawasan masa depan, dan lebih terarah dalam mencapai tujuan hidup.

Ia menyampaikan ini saat menutup rangkaian kegiatan Festival Al Banjari Piala Masjid Moeldoko, di Pondok Pesantren Al Fatimah Bojonegoro, Jumat (5/8) malam.

Baca juga : Mandiri Indonesia Open 2023, Nitithorn Thippong Melesat ke Puncak Klasemen

"Kematangan emosional pondasi penting bagi pembangunan bangsa yang berkelanjutan. Untuk mewujudkan Indonesia maju dan unggul, bangsa ini butuh anak-anak muda yang matang emosionalnya," katanya.

Moeldoko mencotohkan bagaimana kematangan emosional berperan penting dalam menangani persoalan negara. Seperti saat Indonesia menghadapi Pandemi Covid-19.

Di bawah komando Presiden Joko Widodo, pemerintah berhasil menangani dan mengendalikan Covid 19 dengan cepat sehingga Indonesia bisa pulih dan bangkit. Kematangan emosional Presiden itu terlihat dari kebijakan gas dan rem yang akhirnya mampu membawa Indonesia lebih cepat dalam mengendalikan Covid-19.

Baca juga : Moeldoko Sebut Gerung Robot Tak Punya Hati

"Ditambah lagi kematangan emosional di masyarakat yang mampu melahirkan semangat gotong royong dan empati," tegasnya.

Untuk itu, sambung Moeldoko, pemerintah dalam merumuskan strategi pembangunan sumber daya manusia, telah menempatkan emotional capital atau modal emosional dalam urutan pertama.

"Setelah itu baru Intelektual, sosial, dan spiritual capital (modal spiritual)," ujarnya.

Baca juga : Geopolitik Indonesia Menjaga Kawasan Indo-Pasifik

Panglima TNI 2013-2015 ini pun meyakini Pondok Pesantren merupakan lembaga pendidikan yang mampu mencetak generasi yang memiliki modal emosional, intelektual, sosial, dan spiritual.

"Pendidikan di Pesantren itu lengkap. Saya sudah membuktikan dan merasakannya, meskipun dulu hanya jadi santri kalong (sebutan santri yang tidak menetap di pesantren)," tutupnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.