Dark/Light Mode

Pertengkaran NU Dan PKB Tak Kunjung Berakhir

Selasa, 29 Agustus 2023 08:00 WIB
Wakil Sekjen PBNU, Sulaiman Tanjung. (Foto: LTN PBNU)
Wakil Sekjen PBNU, Sulaiman Tanjung. (Foto: LTN PBNU)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pertengkaran antara Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) belum ada tanda-tanda berakhir. Hubungan keduanya malah makin panas.

Sentilan terbaru ke PKB datang dari Wakil Sekjen PBNU, Sulaiman Tanjung. Dia mengatakan, siapapun Capres yang berpasangan dengan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar di Pilpres pasti akan kalah.

Baca juga : Banteng Sekarang Nanduk Ke Budiman

Kok bisa? Menurut dia, berdasarkan hasil survei Kompas menyebutkan, suara warga NU terbagi merata di semua partai politik. Bahkan, warga NU terbanyak ternyata mencoblos PDIP, kemudian Gerindra di urutan kedua dan ketiga Partai Golkar. Baru PKB di urutan keempat.

“Jadi, NU itu tidak hanya milik PKB. Buktinya, yang paling banyak dipilih warga NU adalah PDI Perjuangan, bukan PKB. Jadi, PBNU akan tetap menjaga jarak dengan semua partai politik, tidak ada perlakuan istimewa,” kata dia.

Baca juga : Prudential Syariah Luncurkan Produk Baru PRUAnugerah Syariah

Berdasarkan survei yang sama, kata Sulaiman, ternyata pemilih PKB sendiri ogah memilih Cak Imin, sapaan akrab Muhaimin Iskandar. “Ini kan fakta, survei Kompas PKB 7 persen dan Muhaimin hanya 0,4 persen. Kan jomplang,” ujarnya.    

Dengan elektabilitas yang jauh di bawah PKB, bisa diartikan Cak Imin tidak memiliki pengaruh di PKB. “Teorinya sederhana, wong PKB saja tidak bertanggung jawab akan rating Ketua Umumnya,” kata dia.

Baca juga : Pengkhianatan Tak Pernah Basi

Menurut dia, berbagai lembaga survei juga hanya menempatkan Cak Imin di posisi paling bawah. “Muhaimin hanya menang dengan responden yang menjawab tidak tahu,” kata dia.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.