Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
Dia menambahkan, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf tidak pernah mempermasalahkan PKB. Menurut dia, Gus Yahya-sapaan akrab KH Yahya Cholil Staquf-cuma ingin menjaga jarak.
“Tidak hanya dengan PKB, tapi seluruh kekuatan partai politik,” tukasnya.
Apa tanggapan PKB? Ketua DPP PKB Daniel Johan mengatakan, hubungan NU dengan partainya sangat baik. Menurut dia, PKB tidak bisa dipisahkan dari NU.
Baca juga : Banteng Sekarang Nanduk Ke Budiman
“PKB ada kan dilahirkan NU, jadi secara kultural, historis, dan batin PKB akan selalu dekat bersama NU,” ujar Anggota Komisi IV DPR RI ini, ketika dikonfirmasi, semalam.
Sementara elite PKB lainnya, Otong Abdurrahman menilai, hasil survei yang menunjukkan partainya bukan pilihan favorit warga NU masih terkendala margin of error. Sehingga tidak perlu dijadikan patokan.
“Kita kader partai yang dilahirkan NU tidak boleh pesimis, minder dan terbawa hasil survei yang menyesatkan,” ujar Otong, kepada Rakyat Merdeka, semalam.
Baca juga : Prudential Syariah Luncurkan Produk Baru PRUAnugerah Syariah
Dia menekankan, saat ini yang paling penting adalah menjaga hubungan baik dengan seluruh warga Nahdliyin dan konstituen PKB yang masih tetap setia mendukung Cak Imin. Apapun pilihan politiknya ke depan.
“Hubungan PKB dan NU itu ideologis, historis dan kemaslahatan umat. Itu sudah terbukti,” pungkasnya.
Lalu, apa kata pengamat? Peneliti Indikator Politik Indonesia, Bawono Kumoro menilai, sejak PBNU dipimpin Gus Yahya tahun lalu, hubungan pengurus NU dan PKB kurang harmonis.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya