Dark/Light Mode

Hasil Rekapitulasi KPU
Pemilu Presiden 2024
Anies & Muhaimin
24,9%
40.971.906 suara
24,9%
40.971.906 suara
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58,6%
96.214.691 suara
58,6%
96.214.691 suara
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16,5%
27.040.878 suara
16,5%
27.040.878 suara
Ganjar & Mahfud
Sumber: KPU

Jelang Vonis Mario Dandy, Rafael Alun: Saya Mencintai Dia, Apa Pun Yang Terjadi

Rabu, 6 September 2023 12:07 WIB
Rafael Alun Trisambodo (Foto: Tedy Kroen/Rakyat Merdeka)
Rafael Alun Trisambodo (Foto: Tedy Kroen/Rakyat Merdeka)

RM.id  Rakyat Merdeka - Mario Dandy Satriyo akan menjalani sidang vonis dalam perkara dugaan penganiayaan berat terhadap David Ozora  Kamis (7/9) besok.

Dimintai tanggapan soal itu, ayah Mario Dandy, Rafael Alun Trisambodo, menyatakan tetap mencintai putranya.

Hal itu disampaikan mantan pejabat Ditjen Pajak tersebut usai menjalani sidang pembacaan eksepsi atau nota keberatan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (6/9).

Baca juga : Ribuan Warga Dan Karangan Bunga Iringi Perpisahan Purna Tugas Ganjar Pranowo

Dalam sidang tersebut, Rafael, duduk sebagai terdakwa kasus dugaan penerimaan gratifikasi.

"Saya mengasihi Mario dengan kasih saya yang tak berkesudahan. Saya akan mencintai dia sampai apapun yang terjadi. Terima kasih," ucap Rafael Alun, usai persidangan.

Sebelumnya Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menyatakan, sidang pembacaan vonis terhadap terdakwa Mario Dandy Satriyo pada 7 September 2023.

Baca juga : KPK Tidak Jerat Wajib Pajak Yang Setor Duit

"Putusan akan dijatuhkan hari Kamis 7 September. Minggu depan," ujar Ketua Majelis Hakim Alimin Ribut di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (29/8).

Jadwal pembacaan putusan tersebut ditetapkan setelah Mario Dandy mengajukan duplik dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Selasa (29/8).

Mario Dandy dituntut hukuman 12 tahun penjara. Dia juga dituntut membayar restitusi Rp 120 miliar.

Baca juga : KPK Akan Usut Keterlibatan Istri Rafael Alun Dalam Pencucian Uang

Bila tidak mampu, maka akan diganti dengan pidana tambahan selama 7 tahun penjara.

Jaksa menilai, Mario terbukti melakukan penganiayaan terhadap Cristalino David Ozora hingga koma.

Tuntutan 12 tahun ditambah restitusi tersebut merupakan tuntutan maksimal atas perbuatannya dalam dugaan penganiayaan berat berencana.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.