Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Survei Voxpopuli: Head-to-Head, Prabowo Telak Kalahkan Ganjar
Kamis, 14 September 2023 17:00 WIB
Sebelumnya
Sejauh ini poros koalisi Prabowo dan Ganjar belum memutuskan siapa nama cawapres yang bakal mendampingi masing-masing. “Penentuan cawapres berpotensi mengungkit elektabilitas, tetapi figur capres menjadi yang paling menentukan sebagai modal awal dukungan,” jelas Prijo.
Dalam kasus Anies-Cak Imin, tambahan elektabilitas yang diperoleh Anies tidak hanya bersumber dari sosok cawapres yang elektabilitasnya masih di bawah 1 persen. “Anies bisa menambah dukungan dari pemilih berbasis NU, tetapi relatif sedikit yang berhasil dirangkul,” terang Prijo.
Sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia, basis pemilih NU selalu menjadi perebutan kekuatan-kekuatan politik dalam sejarah. Kemunculan PKB pada masa reformasi menandai kebangkitan kembali politik aliran, di mana PKB diharapkan menjadi kendaraan politik utama NU.
Baca juga : Soal Video Azan, Gus Falah Belain Ganjar
Dalam kenyataannya, pemilih NU tersebar ke banyak partai dan kandidat perorangan. “Tidak serta-merta dengan menggaet tokoh NU dan figur ketua umum PKB bakal menuai dukungan mutlak atau setidaknya mayoritas suara massa NU,” Prijo menjelaskan.
Terbukti dari resistensi sejumlah kalangan tokoh NU terhadap upaya Cak Imin menggiring gerbong NU ke kubu Anies. Ketua umum PBNU Yahya Cholil Staquf jauh-jauh hari bahkan sudah menyatakan perbedaan antara NU dan PKB, dan menuding Cak Imin telah mencatut nama NU.
Lalu ada Yenny Wahid, puteri mendiang Abdurrahman Wahid yang merupakan presiden pertama dari kalangan NU. Yenny yang kerap menuding Cak Imin telah mengkudeta kepemimpinan Gus Dur di PKB menemui Prabowo, beberapa hari setelah deklarasi Anies-Cak Imin.
Baca juga : Prabowo Ke Padang, Anies Ke Madura, Ganjar Ngopi
Sementara itu kubu Prabowo dan Ganjar masih terus menggodok siapa bakal cawapres pendampingnya. Nama-nama seperti Ridwan Kamil, Erick Thohir, Sandiaga Uno, Mahfud MD, hingga putera Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, menguat dalam bursa cawapres.
“Meskipun relatif menikmati besarnya elektabilitas, Prabowo memerlukan figur cawapres yang tepat untuk menjaga dukungan koalisi serta memperbesar suara di luar basis-basis kuat pendukung Prabowo,” jelas Prijo.
Tantangan lebih besar dihadapi kubu Ganjar, mengingat sosok Ganjar sendiri tidak bisa memperluas dukungan secara signifikan. “Jika Pilpres berlangsung dua putaran, pemilih Anies cenderung mengalihkan suaranya kepada Prabowo ketimbang Ganjar,” Prijo melanjutkan.
Baca juga : Survei LSN: Prabowo Menang Head To Head Atas Ganjar
KPU berencana memajukan jadwal pendaftaran capres-cawapres, dari semula mulai 19 Oktober menjadi 10-16 Oktober. “Hanya tersisa waktu sebulan ke depan bagi masing-masing capres untuk memastikan cawapres dan koalisi, atau bisa saja terjadi dinamika lanjutan,” pungkas Prijo.
Survei Voxpopuli Research Center dilakukan pada 1-7 September 2023, kepada 1200 responden yang dipilih secara acak bertingkat (multistage random sampling) mewakili seluruh provinsi di Indonesia. Margin of error survei sebesar ±2,9 persen, pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya