Dark/Light Mode

Gandeng BNPB, Manajemen Bencana SIL UI Gelar Simulasi Gempa Bumi Dan Kebakaran

Minggu, 17 September 2023 17:09 WIB
Magister Manajemen Bencana MMB Ul bekerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana BNPB menyelenggarakan Simulasi multi hazard gempa bumi dan kebakaran di Gedung IASTH Lt. 5 Kampus UI Salemba, Jakarta, Sabtu (16/9). (Foto: Ist)
Magister Manajemen Bencana MMB Ul bekerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana BNPB menyelenggarakan Simulasi multi hazard gempa bumi dan kebakaran di Gedung IASTH Lt. 5 Kampus UI Salemba, Jakarta, Sabtu (16/9). (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Magister Manajemen Bencana (MMB) Ul bekerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyelenggarakan Simulasi multi hazard gempa bumi dan kebakaran di Gedung IASTH Lt. 5 Kampus UI Salemba, Jakarta, Sabtu (16/9).

Direktur SIL UI, Dr. dr. Tri Edhi Budhi Soesilo, M.Si mengatakan, kegiatan ini untuk meningkatkan kapasitas civitas akademika dalam bidang kebencanaan.

Sekolah Ilmu lingkungan UI kata dia sudah memiliki Prodi MMB sudah saatnya berperan pada upaya mitigasi gempa bumi melalui kegiatan Simulasi Gempa Bumi. 

Baca juga : LMKN Gelar Sosialisasi dan Edukasi Kolekting Royalti Lagu di Bali

Tujuannya untuk meningkatkan pengetahuan dan praktik civitas akademik Ul terdiri atas pimpinan, dosen tetap, tenaga akademik, tenaga kependidikan, dan warga SIL UI lainnya dalam kesiapsiagaan dan mitigasi bencana gempa bumi. 

Hal ini dapat membantu mereka dalam menyelamatkan diri sendiri dan warga SIL UI lainnya untuk hadapi bencana gempa bumi. 

"Jakarta termasuk salah satu wilayah rawan gempa karena berada dekat dengan 6 sesar yaitu Sesar Cimandiri, Sesar Baribis, Sesar Cipamingkis, Sesar Garsela, Sesar Citarik dan Sesar Lembang," ujar Tri Edhi Budhi Soesilo.

Baca juga : Dukung Budaya Bertalenta, Direktorat PTLK Gelar Kurasi Musisi Jalanan Di Surabaya

Apalagi, sejak Januari sampai Agustus 2023 tercatat beberapakali penduduk Jakarta merasakan getaran gempa.

"Oleh karena itu, sosialisasi dan simulasi mitigasi bencana gempa bumi sejak dini sangat penting untuk memperkecil risiko bencana," tambahnya.

Kegiatan Simulasi berlangsung selama 2,5 jam ini diikuti 45 orang, narasumber berasal dari BNPB yaitu dr. Bagus Tjahyono, MPH dan Ario Akbar Lomban, S.E. M.lkom., fasilitator BNPB Jajat Suarjat, S.Pd., M.Si (Han), serta Kheriawan, S.Pd.I, M.M selaku Kapusdiklat BNPB. 

Baca juga : Gandeng BRIN, BSKDN Kemendagri Matangkan Kolaborasi Riset Dan Inovasi

Narasumber menyampaikan materi akademik tentang pentingnya simulasi gempa bumi dan Urgency Emergency Response Team. (EMT) dan Emergency Response Plan (ERP), selanjutnya dilanjutkan dengan praktik simulasi.

"Harapannya kegiatan simulasi sejenis akan diulang kembali oleh tim fasilitator SIL Ul dan akan dilanjutkan dengan simulasi lainnya di masa yang akan datang," terang Dr. Fatmah, SKM, MSc selaku Kaprodi MMB UI.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.