Dark/Light Mode

Pengamat Politik: Perkuat Prabowo, Yusril Bisa Ambil Ceruk Suara Islam

Senin, 2 Oktober 2023 16:59 WIB
Yusril Ihza Mahendra (kedua kanan), saat memberikan keterangan pers. (Istimewa)
Yusril Ihza Mahendra (kedua kanan), saat memberikan keterangan pers. (Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Prof. Yusril Ihza Mahendra dinilai bisa menguatkan Bakal Calon Presiden (Bacawapres) Prabowo Subianto di Pemilu Presiden (Pilpres) 2024.

Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) Ujang Komarudin mengatakan, Yusril dapat menguatkan Prabowo karena bisa mengambil ceruk suara Islam.

“Pak Prabowo dari militer, dari nasionalis, terkenal dengan ketegasannya. Nah, di saat yang sama diimbangi, ditambah kekuatannya dengan Prof Yusril yang bisa mengambil dari suara ceruk kelompok Islam. Makanya kemarin saya melihat Prof Yusril mendatangi Kiai Langitan, bersilaturahmi,” ujar Ujang ketika ditemui awak media (1/10/2023).

Baca juga : Pengamat: Naiknya Harga Minyak Dunia Bisa Berdampak ke Harga BBM

Selain dekat dengan para kiai dan ulama, Ujang juga melihat Yusril memiliki konsistensi dalam memperjuangkan nilai-nilai Partai Masyumi.

Yusril meneruskan perjuangan guru dan mentornya terdahulu, salah satunya adalah M. Natsir.

Selain itu, dalam pengamatan Ujang, Yusril merupakan figur dengan kapasitas intelektual dan integritas yang luar biasa.

Baca juga : Pengamat: Ada Pragmatisme Politik Praktis Soal Batas Usia Capres/Cawapres

“Prof Yusril kapasitas intelektualnya luar biasa, integritasnya juga luar biasa, lalu kapasitas kemampuan ekspertis di bidang hukumnya juga luar biasa,” ujar Ujang.

Integritas itu misalnya terlihat ketika Yusril dipercaya menjadi penulis pidato Presiden Soeharto di usia yang masih sangat muda.

Berdasarkan pengamatannya, Yusril adalah satu dari sedikit akademisi yang tetap bernas atau menyampaikan sesuatu secara lugas, meskipun sudah terjun ke dunia politik.

Baca juga : Perindo Puji Andika Perkasa, Dinilai Bisa Lengkapi Ganjar Dalam Penegakan Hukum

“Karena tidak banyak seorang intelektual yang masuk di politik gitu ya yang bicaranya tidak konsisten, artinya tidak bernas. Kalau Pak Yusril bernas. Jadi kalau intelektual masuk politik biasanya hilang kebernasannya itu,” ujar Ujang.

Menurut Ujang, mereka yang masuk ke dunia politik biasanya menggunakan bahasa yang bercabang dan multi-tafsir, sehingga jarang menemukan politisi yang menggunakan bahasa yang bernas, atau bertutur secara lugas.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.