Dark/Light Mode

Peringati Sumpah Pemuda

Pontren Kauman Muhammadiyah Padang Panjang Gelar Seminar Nasional

Minggu, 29 Oktober 2023 22:32 WIB
Para narasumber dan Panita Seminar Nasional di Pontren Kauman Muhammadiyah Padang Panjang Sabtu, 28/10/2023. [Foto: Pontren Kauman Muhammadiyah Padang Panjang]
Para narasumber dan Panita Seminar Nasional di Pontren Kauman Muhammadiyah Padang Panjang Sabtu, 28/10/2023. [Foto: Pontren Kauman Muhammadiyah Padang Panjang]

 Sebelumnya 
Di usia 20 tahun, jelas Fikrul, Hamka telah memimpin sekolah, yang menjadi sokoguru Pontren yang hadir hari ini. Sekolah ini dibangun semi permanen. Beratap rumbia, dengan tonggak dari betung, berdinding tadir, dan sebagian papannya sudah terjungkat.

“Justru guru-guru dari sekolah inilah yang menjadi bagian dari Comitte van Ontvangst dalam Kongres ke-19 di Bukittinggi,” kata Fikrul, mengakhiri pemaparannya.

Selain Fikrul, penyaji lainnya adalah Abdul Hadi, cucu dari Buya Hamka. Penulis dari Nambo Hamka The Untold Story itu, mengusung seni Hamka dalam mengasuh dan mengenalkan pendidikan Islam pada keluarganya.

Baca juga : Milenial Kalteng Ngaprep Ganjar-Mahfud Jadi Presiden-Wakil Presiden 2024

“Dengan cermat dan terukur Hamka memberikan arahan yang mendidik cucunya. Hamka seolah membuat laboratorium pendidikan dengan mengaplikasikan ide dan cara-cara beliau, dan menerapkan cara cara yang ilmiah,” paparnya.

Abdul Hadi adalah cucu kedua dari putri ke-6 Hamka, yakni Aliyah. Dengan cermat dan terukur Buya Hamka memberikan arahan-arahan, serta mendidik kedua cucunya. Bahkan, Hamka seolah membuat laboratorium pendidikan dengan mengaplikasikan ide dan cara-caranya yang ilmiah.

Nambo (sebutan kakek di Maninjau) HAMKA, terang Abdul Hadi, memodifikasi pengasuhan di tengah kesibukannya, dengan menyuruh mereka berdua merapikan surat-surat yang sudah dipilih Nambo, dan diletakkan di samping mejanya. Lalu, memilih surat yang berprangko pada amplopnya. “

Baca juga : Relawan Nelayan Ganjar Ajak Masyarakat Muara Enim Beramai-Ramai Bikin Pempek

Sementara kami sibuk merapikan surat, Nambo HAMKA melanjutkan pekerjaannya mengetik,” lanjut Abdul Hadi, sambil memutar kembali memori kolektifnya.

Selain itu, kepada cucunya, Hamka mengisahkan cerita para nabi, Rasulullah Muhammad saw, dan kisah orang-orang saleh. “Cerita yang paling sering disampaikan Nambo adalah kisah Nabi Muhammad sebagai uswatun hasanah, contoh teladan untuk kaum muslimin. Nambo mengenalkan bagaimana pribadi Rasulullah yang lembut, tutur katanya halus, dan lainnya,” urai Abdul Hadi mengakhiri pemaparannya.

Kemampuan Hamka memimpin di kala muda, untuk sebuah institusi pendidikan, telah mematangkannya membangun relasi politik dan dakwah. Sehingga mengantarkannya ke pentas nasional selaku politisi dari Partai Masyumi, dan menjabat Ketua Majelis Ulama Indonesia.

Baca juga : Khofifah Gaungkan Nafas Keteladanan Dan Kepahlawanan Pemuda Blitar

Jaringan yang dibangun Hamka untuk membesarkan Tablighschool, kemudian bermetamorfosis menjadi Kulliyatul Muballighien, dan membesar menjadi Pontren Kauman Muhammadiyah Padang Panjang. Sejak didirikan, usia pondok pesantren itu setara dengan peristiwa Sumpah Pemuda, 95 tahun silam. (*)

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.