Dark/Light Mode

Quick Count by Litbang Kompas
Anies & Muhaimin
25.23%
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58.47%
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16.30%
Ganjar & Mahfud
Waktu Update 20/02/2024, 00:17 WIB | Data Masuk 100%

Redam Polarisasi Di Medsos, Gencarkan Narasi Persatuan

Senin, 6 November 2023 22:22 WIB
Ketua Komunitas Pemuda Nusa Tenggara Timur (NTT) Manche. Foto: Istimewa
Ketua Komunitas Pemuda Nusa Tenggara Timur (NTT) Manche. Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Media sosial (Medsos) diprediksi kembali menjadi salah satu arena polarisasi tajam selama gelaran Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Sejumlah elemen pemuda pun resah dengan ancaman ini.

Ketua Komunitas Pemuda Nusa Tenggara Timur (NTT) Manche Kota melihat, gelaja-gejala polarisasi kini mulai menguat. Saat ini, hampir setiap hari ada berita yang isinya ujaran kebencian dan hasutan terhadap Capres-Cawapres.

Berita-berita ini jadi bahan untuk saling menyerang di berbagai platform media sosial.

Baca juga : Komit Cegah Korupsi, Setjen DPR RI Luncurkan Satgas SiCantiK

"Ini sepertinya bukan tiba-tiba, tetapi by design. Polarisasi antar pendukung ini jika tidak dimitigasi, akan berkembang jauh jadi konflik di akar rumput," ingat Manche dalam keterangannya kepada RM.id, Senin (06/11/2023). 

Dia mengingatkan, khususnya untuk generasi muda, kompetisi politik lima tahunan harus mengedepankan akal sehat. Anak muda, harus mengkonsumsi narasi politik cerdas berisi gagasan, dan visi misi. Sehingga, berpolitik harus dilakukan riang gembira tanpa provokatif.

"Hindari berita-berita hasutan hingga ujaran kebencian. Bahwa kompetisi harus dinikmati, dijalankan penuh kegembiaraan, bukan mengusung kebencian," imbaunya.

Baca juga : Senangnya Ola Aina Merobek Gawang Kiper Terbaik Dunia

Karenanya, literasi digital harus digencarkam untuk meredam generasi muda pengguna media sosial. Sehingga, pengguna medsos tak langsung menyebar berita, saring sebelum sharing, dan jeli dalam kurasi kebenaran berita.

Kendati demikian, mencegah polarisasi bukan hanya peran publik, melainkan juga elit politik. Narasi dan kampanye yang dibangun, harus mengajak untuk bersatu, bukan pecah belah.

"Bawa suasana sejuk dan damai. Jangan ikut membakar keadaaan. Kalau di atas sejuk, maka ke bawah pun akan sejuk. Elite partai politik harus jadi contoh berdemokrasi yang bermartabat," pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.