Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Kecakapan Digital Dibutuhkan untuk Modal Bertindak Cermat di Medsos
Jumat, 17 Mei 2024 13:23 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Bermain media sosial (medsos) butuh kecakapan digital. Dengan modal keterampilan, kita bisa belajar dan melakukan beragam kreativitas di media sosial. Meski begitu, bermain di medsos harus mampu menjaga perilaku baik dan berimbang, juga tidak lupa waktu.
”Aktivitas (online) di media sosial harus diimbangi dengan aktivitas offline seperti belajar, bermain di luar atau membaca buku,” tutur Mohammad Yahdi, dalam webinar literasi digital yang digelar Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, di Kabupaten Tulang Bawang Barat, Jumat (17/5).
Mengusung tema ”Cermat Bermain di Media Sosial”, praktisi pendidikan itu mengatakan, media sosial dapat digunakan sebagai alat belajar yang positif. Misalnya, mengikuti akun edukatif atau kelompok belajar online serta mencari informasi yang berguna dan inspiratif.
Di samping itu, lanjut Mohammad, medsos juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana mengekspresikan diri secara positif dan kreatif seperti berbagi karya seni, tulisan, atau tugas-tugas sekolah. ”Yang pasti, media sosial dapat mendukung dan menginspirasi satu sama lain melalui konten yang dibagikan,” imbuhnya, dalam diskusi yang dipandu moderator Iin Mendah itu.
Baca juga : Tahan Diri, Iran Tidak Akan Balas Serangan Drone Israel
Mohammad Yahdi menambahkan, cermat bermain media sosial juga harus mampu menjaga kesopanan dan berperilaku baik. Kemudian, menghormati orang lain dalam komunikasi online, serta tidak memposting sesuatu yang bisa merugikan diri sendiri atau orang lain di masa depan.
Selain banyak manfaat positif, Mohammad mengingatkan adanya efek negatif media sosial. ”Pahami efek negatif dari penggunaan media sosial yang berlebihan terhadap kesehatan fisik dan mental,” pungkas Muhammad Yahdi, di depan para pendidik dan siswa sekolah menengah yang mengikuti diskusi online dengan menggelar nonton bareng (nobar) dari sekolah masing-masing.
Sejumlah sekolah menengah di Kabupaten Tulang Bawang Barat yang menggelar kegiatan nobar, di antaranya SMPN 1, SMPN 3, SMPN 4, SMPN 5, SMPN 6, SMPN 7, SMPN 9, SMPN 10, SMPN 11, SMPN 12, SMP 14, SMPN 16, SMPN 18, SMPN 19, SMPN 20, SMPN 21, SMPN 22, SMPN 24, SMPN 27, SMPN IT As Salam, SMP Bina Desa Tulang Bawang Barat, SMP Islam Nurul Hidayah, SMP Islam Unggulan Al-Falah, SMP IT Al-Muawanah, SMP IT Madani, SDN 13 Gunung Agung, dan SD Islam Assuniyah.
Dari perspektif budaya digital, Ketua Program Studi Bisnis Digital Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Bhamada Slawi Toto Sudibyo mengatakan, menipisnya kesopanan, ekspresi yang kebablasan, serta menghilangnya budaya Indonesia lantaran media digital menjadi panggung budaya asing, merupakan tantangan budaya digital serius.
Baca juga : Aparat Diminta Bertindak Tegas
”Digitalisasi budaya Nusantara diperlukan untuk mengimbangi serbuan budaya asing. Digitalisasi budaya memungkinkan kita mendokumentasikan kekayaan budaya, dengan cara-cara kreatif, bahkan dapat menjadi peluang mewujudkan kreativitas,” tegas Toto Sudibyo.
Sementara, Pj Bupati Tulang Bawang Barat M Firsada mengingatkan para pelajar untuk mampu melakukan tindakan etis terkait konten negatif di dunia maya. ”Hindari cyberbullying, hate speech, dan hoaks dengan selalu berpikir kritis, melakukan analisis dan verifikasi,” pungkasnya.
Webinar seperti dihelat di Kabupaten Tulang Bawang Barat ini merupakan bagian dari Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) yang dilaksanakan sejak 2017. Program #literasidigitalkominfo tersebut tahun ini mulai bergulir pada Februari 2024. Berkolaborasi dengan Siber Kreasi dan 142 mitra jejaring seperti akademisi, perusahaan teknologi, serta organisasi masyarakat sipil, program ini membidik segmen pendidikan dan segmen kelompok masyarakat sebagai peserta.
Meningkatkan kecakapan warga masyarakat menuju Indonesia yang #MakinCakapDigital menjadi penting. Sebab, menurut hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), pengguna internet di Indonesia pada 2024 telah mencapai 221,5 juta jiwa dari total populasi 278,7 jiwa penduduk Indonesia.
Baca juga : Pustakawan Jakarta Gelar Rakor dan Buka Puasa Bersama di Perpusnas
Mengutip survei yang dirilis APJII, tingkat penetrasi internet Indonesia pada 2024 menyentuh angka 79,5 persen. Dibandingkan periode sebelumnya, ada peningkatan 1,4 persen. Terhitung sejak 2018, penetrasi internet Indonesia mencapai 64,8 persen. Kemudian naik secara berurutan menjadi 73,7 persen pada 2020, 77,01 persen pada 2022, dan 78,19 persen pada 2023.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya