Dark/Light Mode

Ancaman Konflik di Laut China Selatan terhadap Kedaulatan Indonesia

Demi Perdamaian, Mainkan Semua Jurus Pendekatan

Jumat, 31 Mei 2024 21:21 WIB
Cuplikan video saat KRI Tjiptadi-381 menghalau kapal Coast Guard China saat melakukan patroli di Laut Natuna Utara, Kepulauan Riau, akhir Desember 2019. [Foto: Antara/HO/Dispen Koarmada I/pras]
Cuplikan video saat KRI Tjiptadi-381 menghalau kapal Coast Guard China saat melakukan patroli di Laut Natuna Utara, Kepulauan Riau, akhir Desember 2019. [Foto: Antara/HO/Dispen Koarmada I/pras]

 Sebelumnya 
Selain itu, lanjut Arie, sejauh ini tidak ada negara yang benar-benar berani secara tegas mengusir China dari wilayah kedaulatannya.

Rilis Peta Standar China 2023 disebut sebagai upaya Beijing "meningkatkan agresivitasnya" di wilayah Laut China Selatan. "Jadi ada kemungkinan China akan menggunakan usaha yang lebih keras lagi.

"Kalau kemarin kan coast guard [penjaga laut] China sudah main-main di Laut Natuna Utara. Sekarang, kalau mereka sudah mengatakan itu sudah kedaulatan, ya jangan heran, misalnya bukan hanya coast guard China yang ada di sana. Yang ada adalah PLA Navy-nya [Tentara Angkatan Laut]," jelas Arie.

Untuk itu, Arie mendorong Pemerintah Indonesia untuk mempertimbangkan kerja sama kelautan dengan Vietnam dan Malaysia -negara terdekat Indonesia, yang batas lautnya juga bersengketa dengan China.

Baca juga : Indonesia Harus Kuatkan Perkawanan & Pertahanan

"Menghadapi China bukan hanya di frontline di Laut Natuna Utara. Tapi bisa juga di bidang lain, entah itu ekonomi, sosial dsb. Karena itu konteks hubungan internasional dan antar negara," katanya.

Rencana China Kembangkan Reaktor Nuklir di LCS

Pada Mei 2024, ketegangan di LCS ternyata masih terus berlanjut. Hal ini dipicu peringatan dari militer AS, bahwa China akan melanjutkan pengembangan reaktor nuklir terapung di LCS. Rencana ini dinilai demi memperkuat klaim China atas wilayah maritim yang disengketakan.

Para analis mengatakan, rencana membangun kapal dengan sumber tenaga nuklir bergerak, justru bakal memicu ketegangan dengan negara-negara tetangga, ditambah berisiko terhadap lingkungan.

Baca juga : Moderasi Beragama Cara Indonesia Ciptakan Perdamaian & Persatuan

Pada 2023, China sebenarnya menangguhkan rencana pembangunan reaktor nuklir terapung di LCS. Namun komandan Komando Indo-Pasifik AS dan pejabat Departemen Luar Negeri AS pada Mei 2024 mengatakan, China masih membangun reaktor terapung untuk memasok listrik ke pulau-pulau yang disengketakan, seperti dikutip dari harian The Washington Post.

Terkait hal ini, Asisten Direktur Jenderal Dewan Keamanan Nasional Filipina, Jonathan Malaya menilai, China menggunakan reaktor terapungnya untuk memberi tenaga ke pangkalan militer yang dibangunnya di pulau-pulau sengketa.

Terlepas dari kondisi yang belum kunjung membaik ini, Indonesia sebagai salah satu negara terbesar di Asia, memang harus campur tangan meredam konflik di kawasan LCS. Selain untuk menjaga kedaulatan laut NKRI, konflik itu harus diredam agar tidak terjadi peperangan antarnegara Asia, yang dapat menimbulkan ketidakstabilan kawasan dan perekonomian.

Alasan inilah yang membuat Indonesia harus turun tangan, untuk memperkuat kedaulatan maritimnya, sekaligus meredam konflik. Penguatan kekuatan militer pun menjadi salah satu prioritas Pemerintah, guna mengantisipasi konflik LCS.

Baca juga : Baja Lapis Buatan Indonesia Dijempolin Di Pameran Konstruksi Terbesar Australia

“Pemerintah mendorong program major project dalam upaya penguatan keamanan Laut Natuna melalui kecukupan alutsista dan peningkatan sarana dan prasarana satuan terintegrasi TNI,” jelas Hadi Tjahjanto, ketika masih menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Maret 2024, dalam diskusi yang digelar Indonesia Strategic and Defence Studies (ISDS) di Jakarta.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.