Dark/Light Mode

Harlah ke-123 Bung Karno

Hasto: Pemikiran Bung Karno Menginspirasi Rakyat Indonesia dan Dunia

Kamis, 6 Juni 2024 14:36 WIB
Harlah ke-123 Bung Karno Hasto: Pemikiran Bung Karno Menginspirasi Rakyat Indonesia dan Dunia

 Sebelumnya 
Djarot mengungkapkan Bung Karno dalam wasiat kepada keluarga sebenarnya ingin dimakamkan di Istana Batutulis, Bogor, Jawa Barat.

Namun, kata pria berkacamata itu, rezim era Orba yang dipimpin Soeharto ketakutan mendengar informasi Bung Karno mau dimakamkan di Istana Batutulis.

Djarot mengatakan Orba khawatir keberadaan makam Bung Karno dekat dari Jakarta bisa membangkitkan semangat rakyat melawan neo-kolonialisme yang dibawa rezim era Soeharto itu.

"Pak Harto (Soeharto, red) waktu itu ketakutan. Kalau sampai Bung Karno dimakamkan di Bogor, di Batutulis, dekat dengan kekuasaan. Ini cerita dari para senior, para orang-orang PNI, mbah-mbah PNI di Blitar, ketakutan, karena Bogor sangat dekat dengan Jakarta, ketakutan akan aura Soekarno, ajaran Soekarno, pemikiran Soekarno, itu menjadi daya pendorong yang hebat untuk bisa mengalahkan neo-kolonialisme dan neo-imperialisme yang dibawa oleh pemerintah Orde Baru pada saat itu," bebernya.

Orba, kata dia, memaksa Bung Karno dimakamkan jauh dari Jakarta atau kota yang jauh dari pusat kekuasaan, lalu terpilih Blitar.

Baca juga : Warisan Bung Karno Menghadirkan Pancasila Menyatukan Bangsa

"Alasannya adalah waktu itu supaya dekat dengan makam ibundanya. Makam ibundanya di Kota Belitar. Makam di Kota Belitar itu, makam itu dulu makam pahlawan. Maka begitu dimakamkan di situ, maka makam pahlawan itu dipindah, makam-makam di situ, jadi kompleks, jadi makam Bung Karno di situ," tuturnya.

Mantan Wakil Gubernur Jakarta itu mengatakan Orba tidak merasa puas memakamkan Bung Karno di Blitar untuk menjauhkan rakyat.

Dia bahkan menyebut Orba sampai memasang pagar kaca dan menaruh batu besar seberat setengah ton dekat makam demi menjauhkan Bung Karno dari rakyat.

Menurut para ahli-ahli orang Jawa yang supranatural di sana, lanjut Djarot, desain untuk makam Bung Karno itu sudah dirancang betul oleh Pak Harto supaya ajaran Soekarno itu ditenggelamkan dan tidak boleh menyebar ke seluruh rakyat Indonesia.

"Saya tidak tahu, tetapi desainnya memang seperti itu. Makam Bung Karno ditutup dengan kaca yang tebal. Kacanya itu kaca yang tebal dan tidak tembus. Jauhkan dari rakyat, maka ditaruh di Blitar itu kota kecil. Kota paling selatan di Jawa Timur," katanya.

Baca juga : 10 Tahun Terakhir, Pembangunan Transportasi Seluruh Indonesia Relatif Meningkat 

Saat Orba, kata pria kelahiran Jawa Tengah itu, sampai membatasi rakyat yang mau berziarah ke makam Bung Karno.

Djarot bahkan menyebut putra dan putri Bung Karno seperti Guntur Soekarnoputra, Megawati Soekarnoputri, dan Rahmawati Soekarnoputri perlu izin Kodim di Blitar untuk berziarah.

"Orang yang mau ziarah ke Blitar, waktu itu harus lapor dan untuk masuk ke persis makam, itu kunci dibawa oleh Kodim. Tidak bisa masuk sampeyan. Betul tidak? Izin dahulu, baru dibuka buat keluarganya. Ini proses desoekarnoisasi yang luar biasa," katanya.

Djarot semasa menjadi Wali Kota Blitar membongkar pagar kaca dan memindahkan batu seberat setengah ton dari area makam Bung Karno.

Dia ingin rakyat menjadi lebih dekat ketika berziarah ke makam Bung Karno ketika tidak memiliki sekat kaca.

Baca juga : Rahmad Handoyo: Perubahan Kelas Amanah Rakyat Dan Undang-Undang

Djarot akhirnya membongkar pagar kaca dekat makam setelah keluarga Bung Karno mengizinkan.

Sementara itu, Bondan Kanumoyoso menyebut bahwa pidato pembelaan atau pledoi Indonesia Menggugat Ir. Soekarno atau Bung Karno atas pemerintahan kolonial Belanda, masih relevan.

“Walaupun sudah berlalu hampir 100 tahun yang lalu, tapi rasanya Bung Karno seperti berbicara lagi di telinga kita dan menggedor hati kita semua dengan argumen-argumen yang masih relevan hingga saat ini. Jadi perbaikan nasib rakyat Indonesia itu menjadi tugas bersama,” kata Bondan.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.