Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Jelang Kedatangan Paus Fransiskus
Scholas Citizenship Mengajak Anak Muda Peduli dan Pecahkan Masalah Sosial
Selasa, 30 Juli 2024 05:21 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menjelang kedatangan Paus Fransiskus ke Indonesia September mendatang, Scholas Occurrentes – platform dialog antaragama dan budaya di bawah Vatican, bakal menggelar pertemuan akbar anak muda di Jakarta dan tiga kota lainnya di Indonesia, yang didukung penuh oleh 5P Global Movement.
Sebelumnya, melalui program Scholas Citizenship, Scholas telah membantu anak muda di berbagai negara, seperti di Meksiko, Argentina, New York, memecahkan berbagai persoalan dan peduli pada lingkungan sekitar serta teman seusianya.
María Paz Jurado, Direktur Scholas Occurrentes di Vatican mengatakan, pihaknya terus berkomitmen untuk menjangkau anak muda di seluruh dunia. Misi utama Scholas adalah menanggapi panggilan untuk menciptakan perjumpaan budaya dari latar belakang yang inklusif, dan mendampingi anak muda menjadi agen perubahan dan bermakna bagi masyarakat.
“Dengan program Citizenship, kami mendengarkan aspirasi anak muda di dunia dan menemukan jawaban dalam konteks lokal yang berdampak secara global,” katanya.
Baca juga : Begini Harapan Scholas Occurrentes Untuk Anak Muda Saat Datang ke Indonesia
Di Meksiko, Scholas Citizenship membahas isu kekerasan dan diskriminasi yang menyebabkan tingginya angka bunuh diri di kalangan orang muda.
Pelatihan tersebut, yang diikuti oleh 250 siswa, 22 guru, dan 58 relawan, menghasilkan rekomendasi yang diberi judul “Kota tanpa hati nurani menghasilkan kekerasan, upaya untuk meningkatkan kesadaran dan aksi nyata.”
Di San Antonio de los Cobres, Argentina, Scholas Citizenship yang diikuti oleh 300 pelajar, 4 guru, dan 10 relawan membahas isu meningkatnya angka bunuh diri di kalangan anak muda.
Solusi yang ditawarkan kaum muda adalah dengan menciptakan ruang bioskop pada hari Jumat di penghujung jam sekolah, yang memungkinkan mereka terhubung dengan apa yang mereka rasakan dan menjauhkan diri isolasi karena kesendirian.
Baca juga : Sambut Kedatangan Jemaah, Menag Minta Maaf dan Doakan Kemabruran
Setelah beberapa bulan, dengan didampingi oleh para fasilitator Scholas, angka bunuh diri turun dari 29 menjadi nol.
Sementara itu, di New York, Scholas Citizenship membahas isu kaum muda yang terasing, dampak dari penggunaan sosial media. Pelatihan tersebut sukses mendirikan sebuah organisasi yang bertujuan mencegah ketergantungan orang muda terhadap sosial media dan menentang praktik perundungan di jejaring sosial media.
“Satu hal yang saya sukai dari Scholas Citizenship ini adalah adanya toleransi yang tinggi. Mereka telah mengajari kami untuk bertoleransi dan bekerja dalam kelompok. Hal ini seringkali sulit,” ungkap Saintimus, salah satu peserta Scholas Citizenship dari Haiti.
Sementar itu, Paus Fransiskus, pemimpin tertinggi umat Katolik, menyerukan anak muda untuk melepaskan ketergantungannya pada media sosial dan ponsel pintar, kemudian beralih untuk memberikan perhatian pada sesama manusia dan lingkungan sekitar.
Baca juga : Judol Meningkatkan Angka Kemiskinan Masyarakat
“Kalian mungkin berkata bahwa semua teman saya sibuk dengan ponselnya masing-masing, media sosial, dan video game. Orang muda harus melawan arus tanpa rasa takut, lepaskan ponsel dan peduli satu terhadap yang lain,” ujar Paus Fransiskus dalam keterangannya
Sebelumnya, dalam World Cyber Meeting Paus Fransiskus mengatakan, Scholas adalah komunitas yang mendidik, yang mendorong orang muda untuk bertumbuh, dengan membuka pintu kepada nilai dan makna universal. Karena sesungguhnya pendidikan adalah upaya untuk menjadi bermakna.
“Scholas menyatukan semua siswa dari segala situasi, bahasa, kepercayaan, tanpa meninggalkan seorang pun. Karena yang dibicarakan adalah tentang kehidupan yang inklusif dan universal,” tutup dia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya