Dark/Light Mode

Kemenag Bantah Paksa Bikin Testimoni Haji, Video Dikumpulkan Untuk Evaluasi

Selasa, 30 Juli 2024 13:03 WIB
Ilustrasi jemaah haji. Foto: Randy Tri Kurniawan/RM
Ilustrasi jemaah haji. Foto: Randy Tri Kurniawan/RM

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Agama (Kemenag) membantah keras kabar viral soal surat edaran yang mewajibkan jajarannya membuat video testimoni sukses haji. Kabar tersebut menyeruak setelah surat Kepala Kemenag Bintan kepada Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bintan terkait permohonan video dukungan terungkap ke publik.

Juru Bicara Kemenag, Anna Hasbie, dengan tegas menyatakan, tidak ada instruksi dari pusat untuk membuat video testimoni seperti itu.

“Tidak ada instruksi dari Kementerian Agama pusat agar jajaran di daerah membuat permohonan video dengan arahan seperti tertulis di surat Kankemenag Bintan yang sedang viral,” terang Anna Hasbie di Jakarta, Senin (29/7)

Anna menjelaskan bahwa apresiasi masyarakat terhadap penyelenggaraan haji tahun ini memang membludak. Pujian dari para jemaah bahkan sudah terdengar sejak mereka masih di Tanah Suci.

Baca juga : Jubir Kemenag Anna Klarifikasi Soal Testimoni Sukses Haji 2024

Testimoni positif itu terus mengalir sampai sekarang, meskipun operasional haji sudah resmi ditutup oleh Menag Yaqut Cholil Qoumas pada 25 Juli 2024.

Karena itu, Kemenag meminta agar testimoni dari berbagai pihak itu dikumpulkan untuk keperluan evaluasi. 

"Kami minta agar testimoni dari stakeholders itu dikumpulkan untuk dipublikasikan sekaligus sebagai bagian dari evaluasi. Sebab, selain apresiasi, ada juga testimoni yang bermuatan saran perbaikan,” sebut," tambahnya.

Selain itu, Anna menilai testimoni ini penting untuk dipublikasikan agar masyarakat mendapat informasi soal penyelenggaraan haji dari berbagai perspektif. Termasuk saran dan masukan yang mereka sampaikan. 

Baca juga : Acara Santunan Anak Yatim Di Harlah Ke-51 KNPI Dibubarkan Oknum Organisasi

"Masukan yang didapat dari berbagai testimoni itu akan kami susun sebagai rekomendasi agar bisa ditindaklanjuti kemudian," tandasnya.

Anna menyebutkan ada banyak inovasi baru yang membuat penyelenggaraan haji jauh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.

Di antaranya, tahun ini, kali pertama Indonesia mendapat kuota tambahan hingga 20.000. Tahun ini juga, kali pertama layanan fasttrack diterapkan pada tiga embarkasi. Selain Bandara Soetta, juga di Adi Soemarmo Solo dan Djuanda Surabaya.

Selain itu, tahun ini, kali pertama jemaah haji Indonesia tidak menempati Mina Jadid dan untuk perdana layanan katering diberikan secara penuh selama jemaah berada di Makkah, dengan total 17.492.983 boks didistribusikan. 

Baca juga : Update Keamanan Di Windows Malah Bikin Dunia Kolaps, Cek Berikut Cara Atasinya

Ia melanjutkan, kebijakan Murur jufa diterapkan secara terencana dan sistematis mulai tahuun ini. Kebijakan tersebut diambil sebagai ikhtiar agar kepadatan di Muzdalifah yang terjadi pada 2023 tidak terulang. Ada sekitar 51.899 jemaah yang terdaftar menjalani skema ini.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.