Dark/Light Mode

Jokowi Sentil Proyek Yang Pasirnya Dibanyakin, Semen Dikurangin, Besi Dikecilin

Rabu, 31 Juli 2024 19:37 WIB
Presiden Jokowi di acara Refleksi dan Catatan 10 Tahun Pemerintahan Jokowi, yang digelar oleh Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) dan CNBC Indonesia, Jakarta, Rabu (31/7). Foto: YouTube/Sekretariat Presiden
Presiden Jokowi di acara Refleksi dan Catatan 10 Tahun Pemerintahan Jokowi, yang digelar oleh Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) dan CNBC Indonesia, Jakarta, Rabu (31/7). Foto: YouTube/Sekretariat Presiden

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi menyentil fenomena banting harga di dunia konstruksi, yang acapkali mengorbankan kualitas proyek.

Kepala Negara mengingatkan, pentingnya kompetisi yang sehat dalam memenangkan proyek. Tidak hanya sekedar banting Harga Perkiraan Sendiri (HPS).

Baca juga : Denny JA: Kreator Seni Yang Pakai AI Akan Semakin Dominan, Ini Alasannya

"Berkompetisi itu baik. Bersaing itu baik. Tetapi kalau sudah membanting harga itu yang tidak baik. Supaya menang proyek, HPS-nya turun di bawah 80 persen. Ada lho, banyak lho. Bener ndak?" tanya Jokowi, yang disambut tawa dan tepuk tangan hadirin di acara Refleksi dan Catatan 10 Tahun Pemerintahan Jokowi, yang digelar oleh Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) dan CNBC Indonesia, Jakarta, Rabu (31/7).

Jokowi menyoroti praktik banting harga yang sering kali berujung pada penurunan kualitas bangunan. Seperti dengan dikurangi semennya hingga dikecilkan ukuran besi yang digunakan.

Baca juga : Izin Tambang Untuk NU Di Tangan Bahlil

"Larinya pasti ke sana. Pasirnya dibanyakin, semennya dikurangin, besinya dikecilin. Tapi di Gapensi tidak," tuturnya, disambut tepuk tangan hadirin.

Pesan Jokowi ini tidak hanya sebagai teguran, tetapi juga sebagai dorongan untuk meningkatkan level kualitas dalam industri konstruksi. 

Baca juga : Hadir Di GIIAS, Pertamina Patra Niaga Sambut Era Energi Bersih

"Mestinya kita sudah melangkah ke level yang lebih atas. Bukan hanya konstruksinya, tapi juga estetikanya, landscape-nya, lingkungan juga harus dilihat," imbuhnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.