Dark/Light Mode

Mahfud: Omong Kosong yang Bilang Kabinet Retak

Rabu, 25 Desember 2019 17:10 WIB
Mahfud MD (Foto: Twitter Mahfud)
Mahfud MD (Foto: Twitter Mahfud)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menko Polhukam, Mahfud MD, membantah tegas tudingan yang menyebut Kabinet Indonesian Maju retak. Mahfud bahkan menggunakan kata "omong kosong".        

Isu kabinet retak bergulir kerena anggapan bahwa pernyataan internal kabinet berbeda soal kasus etnis Uighur di China. Utamakan pernyataan Mahfud dan Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), Moeldoko.       

Lewat akun Twitternya, @mohmahfudmd, Mahfud membantah berita tersebut. Bantahan itu disampaikan lewat enam kultwit.      

Baca juga : 18 Tahanan Kasus Korupsi Jalani Kebaktian di Rutan KPK

"POJOK1.id yang ikut-ikutan dikutip oleh Babe menulis berita omong kosong tentang Kabinet Retak Karena Perbedaan Statement Mahfud MD dan Moeldoko Soal Uighur. Penyataan kami malah sinkron, kok dibilang retak," tulis Mahfud di cuitan pertama, Rabu (25/12).

Di cuitan kedua, Mahfud menerangkan, Moeldoko mengatakan bahwa Pemerintah RI takkan mengintervensi dalam urusan Uighur. Di saat yang sama, dirinya mengatakan sudah lama melakukan diplomasi lunak. "Di mana pertentangannya? Saya mengatakan diplomasi lunak justru karena tidak ingin intervensi. Klop, kan?" tulisnya.

Faktanya, tambah Mahfud, Indonesia punya hubungan diplomatik dengan China. Karena Indonesia tak ingin intervensi dan menganggap itu urusan internal China maka diplomasi yang dilakukannya, ya lunak saja. "Makanya saya minta penjelasan dan menjelaskan langsung kepada Dubes China," terangnya di cuitan ketiga.

Baca juga : Mahfud: Kalau Ada Yang Aneh-aneh, Laporkan Saja...

Mahfud menerangkan, dirinya mengundang Dubes China ke kantor Menko Polhukam dan menyatakan bahwa situasi di Uighur mengusik sebagian orang Islam di Indonesia. "Saya sering ke China dan melihat banyak masjid, restauran halal, dan pemukiman-pemukiman Muslim rasanya aman saja. Kok di Uighur ada yang begitu?" tulis Mahfud menirukan ucapannya saat mengundang Dubes China.

Kepada Dubes China, Mahfud juga bertanya, mengapa di Uighur ribut sedang di daerah-daerah lain kaum Muslimin di China aman? "Saya tegaskan bahwa kita tak ingin ikut campur tapi ingin tahu masalahnya. Setelah dia menjelaskan, ya, sudah. Kita tak mau intervensi," tulisnya di cuitan kelima.

"Coba, di mana pertentangan keterangan saya dengan Moeldoko. Kan sama-sama bersikap tidak akan intervensi. Ibaratnya, kalau saya dan Pak Moeldoko hadir ke sidang kabinet, ya sama-sama hadir tapi Pak Moeldoko lewat pintu sebelah barat sedang saya lewat pintu sebelah timur," tutup Mahfud di cuitan keenam. [USU]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.