Dark/Light Mode

Jokowi Membuat Terobosan Dalam Kabinet Baru

Kamis, 24 Oktober 2019 07:10 WIB
Prof. Tjipta Lesmana
Prof. Tjipta Lesmana

RM.id  Rakyat Merdeka - Kabinet Indonesia Maju resmi dibentuk. Dilihat dari komposisinya, Presiden Jokowi jelas ingin merangkul banyak kalangan demi memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa, disamping untuk tetap menjaga momentum, terutama di bidang perekonomian.

Dari aspek “pembagian kursi”, pimpinan partai politik koalisi, umumnya, boleh berpuas diri. Seperti sudah diprediksi berbagai kalangan, PDIP memperoleh kursi paling banyak, sebagai partai peraih kursi di DPR yang paling banyak. PDIP dapat 5 kursi. Perolehan kursi Partai NasDem tidak berubah: 3, sama dengan PKB juga dapat 3 kursi. PPP 1 kursi. Golkar dapat 3 kursi. Gerindra 2 kursi.

Baca juga : Amandemen UUD 1945, Untuk Apa?

Banyak kejutan terjadi dalam penyusunan Kabinet Indonesia Maju. Kejutan itu sekaligus mengindikasikan keberanian Presiden Jokowi melakukan terobosan. Prof. Mahfud MD, misalnya, diberikan kedudukan Menko Polhukam. Ini kejutan luar biasa, karena Polhukam atau Polkam dari awal “monopoli” pensiunan Panglima TNI; tidak pernah sekali pun pejabat sipil duduk di kursi itu. Tentu, Mahfud figur yangkompoten. Bukankah dia pun menjabat Menteri Pertahanan pada era Presiden Gus Dur?

Pengangkatan Dr. Terawan sebagai Menteri Kesehatan juga membuat banyak pihak terperanjat. Terawan adalah sosok dokter yang tahun lalu dikecam habis-habisan oleh banyak dokter/profesor senior sehubungan dengan metode “cuci otak” ciptaannya yang dituduh melanggar standar kedokteran. Kini, sosok itu–Kepala tim Dokter Kepresidenan dan Direktur RSPAD–tiba-tiba melambung ke dudukannya sebagai Menteri Kesehatan RI !

Baca juga : Berkaca Pada Kabinet Periode I

Beberapa nama menteri sebelumnya yang populer dan dinilai berprestasi dicoret oleh Jokowi. Misalnya, Bu Susi Pudjiastuti, Menteri Kelautan dan Perikanan hilang dari peredaran. Padahal menteri yang satu ini sangat berani memerangi mafia perikanan internasional yang selama bertahun-tahun merampok isi perut laut indonesia. Amran Sulaeman, Menteri Pertanian yang sesungguhnya disayang, bahkan kerap dipuji oleh Jokowi, juga terlempar. Di bawah kepemimpinan Amran, Indonesia sebenarnya sudah mencapai swasembada beras. Ia berani sekali memerangi mafia beras. Beberapa kali ia ditengarai “cekcok” dengan Enggartiasto Lukito, Menteri Perdagangan kader Partai Nasdem. Ternyata, keduanya dicopot oleh Presiden. Pengganti Amran, putera dari Sulawesi Selatan juga: Syahrul Yasin Limpo, mantan Gubernur Sulawesi Selatan. Dikenal sebagai tokoh Golkar, Yasin Limpo kemudian “lompat pagar” ke NasDem.

Ignasius Jonan, idem ditto. Sosok ini berkibar namanya sejak memimpin Kereta Api Indonesia (KAI). Jokowi puas, lalu mengajaknya bergabung dalam kabinet pertama pada 2014 dengan posisi Menteri Perhubungan. Tapi, ia terpental dalam perombakan kabinet I setelah 10 bulan berjalan. Tapi, beberapa tahun kemudian Ia kembali masuk kabinet dengan jabatan Menteri ESDM. Masalah Pertamina, rupanya, menjadi salah satu ganjalan bagi Jonan sehingga Jokowi terpaksa harus menghentikan “langkah menterinya."

Baca juga : Jokowi Di Antara Banyak Pilihan

Kejutan lain, Yasonna Laoly sudah mundur dari kabinet un tuk menjadi anggota DPR. Dan pada tanggal 1 Oktober ia ikut disumpah untuk menjabat wakil rakyat dari Fraksi PDIP. Ternyata pada menit-menit terakhir Yasonna dipanggil Presideh Jokowi untuk menduduki jabatan sama sebagai Menkumham. Banyak orang bertanya-tanya: ke mana Yusril Ihza Mahendrra? Ketika Yusril tiba-tiba “menyeberang” ke kubu Jokowi, spekulasi keras beredar bahwa Ia bakal dapat hadiah kursi Menkumham. Spekulasi itu, ternyata, meleset. Apa karena kasus Abu Bakar Ba’asir yang sempat heboh dan menyudutkan nama Jokowi tahun lalu?

Terpilihnya kembali Yasonna, sekaligus, menunjukkan sulitnya bagi Presiden untuk mencari figur Menkumham dari kalangan profesional. Daripada tidak ada, yang lama juga tidak apa. Tapi, dalam posisi Jaksa Agung, Jokowi mendengar aspirasi masyarakat: Sebaiknya tidak mendudukkan orang partai di posisi aparat penegak hukum. St Burhanuddin, jaksa karier yang pernah menjabat Jaksa tinggi Maluku dan Jaksa Agung Muda bidang Perdata dan Tata Usaha Negara ditunjuk Presiden untuk menggantikan Prasetyo, Jaksa agung sebelumnya dari NasDem.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.