Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pusat Transplantasi Ginjal Bakal Diperbanyak, Wamenkes: Cost-Benefit Lebih Jelas
Rabu, 12 Maret 2025 20:04 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah berkomitmen memperluas layanan transplantasi ginjal di Indonesia. Wakil Menteri Kesehatan, Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono, menegaskan bahwa jumlah pusat transplantasi ginjal akan terus diperbanyak demi meningkatkan akses pasien terhadap layanan kesehatan yang lebih efektif.
“Saya janji jumlahnya akan terus bertambah,” ujar Dante dalam diskusi publik mengenai transplantasi ginjal di Jakarta, Selasa (11/3).
Saat ini, sudah ada 19 pusat transplantasi ginjal yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Dengan program transformasi kesehatan rujukan, Kemenkes menargetkan lebih banyak rumah sakit dapat melakukan tindakan ini guna mengurangi beban penyakit katastropik.
Baca juga : Usyk Vs Tyson Jilid 2, Bakal Banyak Jual Beli Pukulan
Dante menjelaskan bahwa penyakit ginjal adalah salah satu penyakit katastropik yang membutuhkan biaya tinggi jika hanya mengandalkan cuci darah. Seorang pasien yang menjalani cuci darah rutin bisa menghabiskan biaya hingga Rp 420 juta per tahun, sedangkan transplantasi ginjal hanya memerlukan Rp 300 hingga Rp 350 juta sekali tindakan.
“Transplantasi ginjal adalah solusi sosial yang efektif dan cost-benefit yang jelas,” kata Dante.
Selain masalah biaya, transplantasi ginjal juga dinilai sebagai solusi sosial yang lebih baik bagi pasien. Dengan transplantasi, pasien bisa kembali menjalani kehidupan normal tanpa ketergantungan pada prosedur cuci darah seumur hidup.
Baca juga : Wamenkeu: Tantangan Bisa Dijadikan Peluang
Dalam diskusi tersebut, Dante juga menyoroti pentingnya literasi masyarakat soal donor ginjal. Banyak orang yang sebenarnya ingin mendonorkan ginjalnya, tetapi tidak tahu bagaimana prosedurnya atau kemana harus melapor.
“Pendidikan dan sosialisasi mengenai donor ginjal harus terus dilakukan agar masyarakat lebih memahami pentingnya berbagi organ untuk membantu sesama,” tegasnya.
Kemenkes pun mengapresiasi inisiatif Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI) dalam menyelenggarakan diskusi ini. Dante berharap kegiatan seperti ini bisa memberikan masukan konstruktif bagi pemerintah untuk terus meningkatkan layanan kesehatan bagi pasien ginjal.
Baca juga : Bersepeda Itu Lebih Sehat
“Mudah-mudahan diskusi ini akan memberi masukan yang berharga bagi kami di Kementerian Kesehatan, untuk terus memperbaiki pelayanan dan memastikan bahwa layanan transplantasi ginjal dapat diakses oleh lebih banyak pasien di seluruh Indonesia,” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya