Dark/Light Mode

Transaksi Digital Meningkat Saat Libur Lebaran

Waspada, Jangan Asal Berikan Data Pribadi

Jumat, 28 Maret 2025 07:25 WIB
National Technology Officer Microsoft Indonesia Panji Wasmana. (Foto: Instagram/panjiwasmana)
National Technology Officer Microsoft Indonesia Panji Wasmana. (Foto: Instagram/panjiwasmana)

 Sebelumnya 
Toni berharap, kerja sama dan kolaborasi yang baik dari semua pihak, dapat meningkatkan keamanan dan menutup semua celah yang selama ini dimanfaat­kan oleh pelaku kejahatan siber, untuk melancarkan aksinya.

“Inilah solusi jangka pan­jang, secara sistem. Masyarakat, siapapun, bagaimanapun kon­disinya, mereka harys terhindar dari SMS tech,” cetusnya.

Toni juga mengimbau masya­rakat waspada dan tidak langsung mengklik tautan. Pasalnya, para penjahat di dunia siber kerap membagikan tautan phishing melalui SMS masking dari per­bankan dan operator seluler.

Baca juga : Kampanye Pilgub Papua Andalkan Media Sosial

Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Himawan Bayu Aji mengatakan, kejahatan siber muncul karena adanya kelalaian masyarakat dan kelihaian para penjahat. Sebab itu, pihaknya mendorong masyarakat agar lebih peduli terhadap hal-hal mencurigakan di dunia digital.

“Yang dimaksud kelalaian, kita tidak aware, kita tidak memverifikasi, tidak mengklarifikasi, ini situs perbankan atau bukan. Kalau bicara kelihaian, berarti bicara teknologinya. Dua hal ini menjadi penting, kalau kita bicara kejahatan siber,” jelas Himawan.

Maraknya aksi phising juga ramai diperbincangkan netizen di media sosial X.

Baca juga : Adik Mantan Jubir KPK Ikut Diperiksa

“Guys, kalau dapat wa dari nomor asing, jangan asal dibales ya. Bisa jadi itu phising atau link judol,” cuit akun @rzamhbub_.

“Link phising lagi marak disebar sama penjahat. Jangan klik link aneh-aneh. Jangan klik file PDF, APK, DOCX, yang aneh-aneh dikirim via Watsapp, Telegram atau Email. JANGAN KLIK SEMBARANGAN!” tulis akun @SoundOfYogi.

“Berbicara soal phising, salah satu pihak yang harus kita jaga itu, lansia yang dikasih hp. Soalnya, mereka itu kadang nggak tahu apakah pesan sms/wa yang mereka terima dari nomor tidak dikenal adalah penipuan atau tidak,” ucap akun @mariniriniapp222.

Baca juga : Airlangga: Perputaran Uang Lebaran Diperkirakan Stabil

“Sekarang, bukan cuma orang tua yang dikasih hp. Anak-anak sekolah yang dibekali hp juga harus diedukasi untuk tidak sem­baranan klik link atau tautan dari nomor tidak dikenal yang dikirim­kan ke nomor hp mereka,” timpal akun @romadonasofyaan. [SSL]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.