Dark/Light Mode

Dipastikan Airlangga di Seminar Jurnalisme Profesional Untuk Bangsa

Resesi Ekonomi Tak Jadi Datang

Selasa, 4 Februari 2020 06:40 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat memberikan penjelasan soal perekonomian Indonesia dan dunia di Seminar Jurnalisme Profesional Untuk Bangsa di Wisma Antara, Senin (3/2). (Foto: Mohamad Qori/RM)
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat memberikan penjelasan soal perekonomian Indonesia dan dunia di Seminar Jurnalisme Profesional Untuk Bangsa di Wisma Antara, Senin (3/2). (Foto: Mohamad Qori/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan kabar gembira saat menjadi pembicara seminar Jurnalisme Profesional untuk Bangsa (JPROF) yang digelar di Wisma Antara, Jakarta, kemarin. Airlangga bilang, resesi ekonomi tak jadi datang ke Indonesia.

Airlangga tiba di lokasi seminar sekitar pukul 9. Ketum Golkar ini mengenakan batik lengan panjang dengan padanan warna motif. Wajahnya terlihat cerah.

Tidak lama kemudian, panitia memulai acara. Ketua Panitia, Muham mad Ikhsan, dalam laporannya mengatakan, seminar nasional ini digelar atas inisiasi JPROF. Organisasi yang dipimpin mantan Ketum PWI Pusat dua periode, Margiono ini, mendedikasikan untuk menghindari berita hoaks dan mewujudkan Indonesia maju.

Berita Terkait : Datang Mendadak, Corona Ganggu Ekonomi Nasional 

Seminar kali ini bertema “Membangun Optimisme dan Peluang di Tengah Ketidakpastian”. Hadir para pengusaha, tokoh pers, wartawan, mahasiswa, dan sejumlah asosiasi. narasumbernya keren-keren.

Selain Airlangga, ada Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPN) Bahlil Lahadalia, Staf Khusus Bidang Ekonomi dan Investasi Kementerian Perhubungan Wihana Kirana Jaya, dan Staf Ahli Bidang Hubungan antar Lembaga Kementerian PUPR Luthfiel Annam Achmad.

“Kami percaya ekonomi sekarang mampu membawa Indonesia ke arah lebih baik,” ujar Muhammad Ikhsan, optimistis.

Berita Terkait : KEK Galang Batang Ditargetin Segera Bisa Olah Bauksit Jadi Alumina

Usai ketua panitia mengakhiri sambutan, lampu Auditorium Adhiyana tiba-tiba mati. Hanya satu lampu sorot yang mengarah ke panggung. Namun, panggung telah be rubah menjadi salah satu sudut rumah dengan latar jendela kaca. Di luar rumah itu, tampak pepohonan bergoyang ditiup angin.

Dari kegelapan, seorang Mime, pemain pantomim naik ke panggung. Ia menyapa hadirin dengan mimik wajah dan gerakan-gerakan lucu.

Dia kemudian berceloteh tentang bosnya yang tengah dilanda kegalauan akan ketidakpastian ekonomi. Ia juga khawatir, akan menjadi pengangguran jika perusahaan tempatnya bekerja bangkrut. Namun, ia optimis Indonesia akan baik-baik saja ketika teringat sejumlah gebrakan ekonomi yang tengah dilakukan Presiden Jokowi.

Berita Terkait : Airlangga Paparin Transformasi Ekonomi RI Di World Economic Forum

Ia menuju tempat duduk, melamun. Lalu menarik selimutnya. Dalam lamunan, ia melihat Indonesia yang kaya dan makmur. Hingga tertidur pulas. Lampu kembali menyala, namun Mime tak kunjung bangun.
 Selanjutnya