Dark/Light Mode

HUT Ke-80 Kemendagri, Tito Minta Efisiensi Anggaran, Hindari Program Ecek-ecek

Minggu, 24 Agustus 2025 19:09 WIB
HUT Ke-80 Kemendagri, Tito Minta Efisiensi Anggaran, Hindari Program Ecek-ecek

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan pentingnya integritas dan program yang berdampak nyata bagi masyarakat. Hal itu disampaikan saat Puncak Peringatan HUT ke-80 Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Istana Anak, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Minggu (24/8).

Dalam arahannya, Tito menekankan bahwa setiap program harus dirancang dengan efektif dan efisien. Ia tidak ingin anggaran habis untuk kegiatan seremonial yang tidak menyentuh kebutuhan publik.

“Bagaimana caranya anggaran yang ada digunakan seefisien mungkin, seefektif mungkin. Jangan ecek-ecek. Buat program-program yang bisa berdampak langsung (kepada masyarakat),” kata Tito.

Baca juga : PHK Melanda Banyak Negara, Apindo Minta Regulasi Tenaga Kerja Fleksibel

Ia juga menegaskan integritas sebagai pondasi utama. Menurut Tito, nilai itu wajib dipegang seluruh jajaran Kemendagri dan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) hingga level terbawah agar penggunaan anggaran tepat sasaran.

Selain integritas, Tito menyoroti pentingnya soliditas internal. Ia mengibaratkan Kemendagri sebagai tenda besar yang menaungi seluruh anggotanya. Tenda itu, katanya, hanya akan kokoh bila semua orang di dalamnya saling mendukung.

“Karena tenda ini yang sekarang kita lihat, yang kita rasakan, itu memberikan tempat perlindungan kepada kita,” ujarnya.

Baca juga : Banjir Di Texas Tewaskan 104 Orang, Trump Ngeles Efisiensi Anggaran Penyebabnya

Tito mengingatkan bahwa tugas Kemendagri sangat strategis dalam membina serta mengawasi jalannya pemerintahan daerah. Kompleksitas ini, lanjutnya, muncul karena Indonesia memiliki 38 provinsi, 98 kota, dan 416 kabupaten.

“Rekan-rekan, kita sebagai poros pemerintahan, kita berkolaborasi membantu semua kementerian/lembaga lain yang berhubungan dengan pemerintah daerah. Semua program kita dukung yang berkaitan dengan pemerintah daerah,” terangnya.

Dalam sambutannya, Tito juga membandingkan pengalamannya memimpin institusi lain. Saat menjabat Kapolri, ia bertanggung jawab atas 450 ribu personel. Namun, ruang lingkup tugas lebih sempit karena berfokus pada keamanan.

Baca juga : Sowan Ke Mendagri, Bursah Zarnubi Minta Saran dalam Menyusun Kepengurusan

Sebaliknya, sebagai Mendagri, permasalahan yang ditangani jauh lebih kompleks. Isu yang harus ditangani mencakup kemiskinan, tenaga kerja, pajak, retribusi, hingga batas wilayah. Tito menyebut tantangan itu membutuhkan kerja keras dan kolaborasi lintas sektor.

Meski demikian, ia kembali menegaskan bahwa kunci utama terletak pada integritas. Baginya, tanpa integritas, program sebesar apa pun tidak akan memberi manfaat berarti.

“Sekali lagi saya pesan cuma satu itu saja. Tolong tingkatkan dan tularkan integritas rekan-rekan,” tandas Tito.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.