Dark/Light Mode

Kursinya Digoyang

Ahok Dijagain Erick

Minggu, 23 Februari 2020 07:32 WIB
Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok (Foto: Istimewa)
Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Posisi Ahok sebagai Komut Pertamina mulai digoyang. Salah satunya oleh Persaudaraan Alumni 212. Dalam aksi demo antikorupsi Jumat lalu, mereka meminta pemerintah mencopot Ahok karena diduga terlibat kasus korupsi. Menteri BUMN Erick Thohir ogah menurutinya.

Erick justru membela Ahok. Erick ogah mencopot Ahok lantaran puas dengan kinerja jajaran direksi dan komisaris Pertamina, tiga bulan terakhir ini. “Apa yang dilakukan komisaris dan direksi, saya tidak mau dikotomi komisaris dan direksi, di Pertamina tiga bulan terakhir saya rasa baik,” ujar Erick, kemarin.

Selama jajaran dan komisaris berhasil menjalankan tugas sesuai key performance indicator (KPI) yang telah ditentukan, Erick memastikan Ahok cs tak akan terkena perombakan. "Biarkan direksi BUMN bekerja, jangan ditakut-takuti nanti diganti begitu. Yang diganti itu yang tidak sesuai dengan KPI,” pintanya.

Baca Juga : PB PRSI Fokus Pelatnas Olimpiade dan PON Papua

Erick juga tak ingin bongkar pasang direksi dan komisaris BUMN dalam waktu cepat. Yang diinginkannya, mereka bekerja sesuai dengan masa kerja yang telah ditentukan. "Jangan direksi ini ditakuti gonta ganti posisi, apakah dalam satu tahun dilepas saya tidak mau. Kenapa? Karena yang namanya membangun sebuah usaha perlu kontinuitas, tetapi KPI harus tetap tercapai,” ujar Erick.

Erick sendiri menilai aspirasi agar Ahok diturunkan sebagai hal yang wajar. Sebagai warga negara, katanya, setiap orang memiliki hak mengemukakan pendapat atas ketidakpuasan sebuah kebijakan. "Saya rasa era di Indonesia adalah demokrasi, ketika ada sebagian kelompok mengemukakan pendapat bahwa ada ketidakpuasan itu ya normal saja," tandasnya.

Sandiaga Uno juga membela Ahok. Menurutnya, rekam jejak Ahok selama menjabat Komut PT Pertamina sejauh ini menunjukkan niatan memberantas korupsi. Hal itu, kata kader Gerindra ini, patut diapresiasi.

Baca Juga : Ranking FIFA Februari 2020: Indonesia Dibayangi Malaysia

"Beliau juga punya rekam jejak di pemerintahan maupun di dunia usaha sebelumnya. Mudah-mudahan ini bisa membawa Pertamina jadi korporasi yang kita banggakan. Jadi mari kita beri kesempatan beliau bekerja, kita beri support," ujar politisi Gerindra ini di Rumah Siap Kerja, kemarin.

Sandi menyarankan, agar seluruh praduga keterlibatan Ahok dalam kasus korupsi bisa disampaikan melalui ranah hukum yang sudah disediakan negara.

Tuntutan agar Ahok mundur ini sebelumnya disuarakan salah satu orator Aksi 212, Marwan Batubara. Direktur Indonesia Resources Studies (Iress) itu menuding Ahok terlibat kasus korupsi.

Baca Juga : Firli Dibantai Senior

"Supaya Anda sadar bahwa di samping kasus penistaan agama, sebetulnya Ahok itu punya 6-10 kasus korupsi lagi," tuding Marwan saat berorasi di Aksi 212 'Berantas Mega Korupsi dan Selamatkan NKRI' di Monas, Jakarta Pusat, Jumat (21/2).

Namun Marwan tidak menyebut secara rinci kasus apa yang melatarbelakangi tudingan ke Ahok itu. Dia hanya menyebut Ahok bisa lolos karena 'disembunyikan' oleh pimpinan KPK era Agus Rahardjo dkk. Karena itu, Marwan meminta Ahok mundur dari posisinya dalam waktu satu bulan.

"Pertamina adalah perusahaan milik negara, milik rakyat. Kami tidak rela Ahok menjadi komisaris utama (perusahaan) milik rakyat," desak Marwan. [OKT]