Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kunjungi Jokowi, Rabithah Al-Alam Al-Islamy Puji Indonesia dalam Majukan Islam Moderat
Rabu, 26 Februari 2020 16:03 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Delegasi Rabithah Al-Alam Al-Islamy yang dipimpin Sekjen Muhammad bin Abdul Karim Al-Issa, melakukan kunjungan kehormatan ke Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (26/2). Pada kesempatan tersebut, Presiden menerima delegasi Rabithah Al-Alam Al-Islamy di Meja Oval, Istana Merdeka, dengan didampingi Seskab Pramono Anung, Menko PMK Muhadjir Effendy, dan Menteri Agama Fachrul Razi.
Baca juga : Kunjungi Bukalapak, Turnbull Mau Tahu Inovasi dalam Berdayakan UMKM
Mengawali pertemuan, Sekjen Rabithah Al-Alam Al-Islamy menyampaikan rasa hormat atas kunjungan ini karena Indonesia dipandang sebagai sebuah negara moderat yang menjadi contoh bagi negara-negara Islam lainnya. Selain itu, Sekjen Rabithah Al-Alam Al-Islamy, mewakili negara-negara Islam di dunia internasional mengapresiasi berbagai langkah dan inisiatif yang dilakukan Indonesia untuk memajukan Islam yang moderat dan terbuka terhadap modernisme, serta berorientasi pada kemajuan.
Baca juga : Jokowi: Saya Tegaskan Indonesia Tak Akan Bubar
Lebih lanjut, Muhammad bin Abdul Karim Al-Issa mengungkapkan, yang diobservasi dari Indonesia adalah keberhasilan dalam menjaga toleransi dan persatuan dalam keberagaman. Untuk itu, ia menyatakan keinginan untuk mencontoh Indonesia.
Baca juga : Maluku Tenggara Barat Diguncang Gempa M 6,7
“Pemerintah Indonesia diminta untuk berbagi serta menyampaikan nilai-nilai mulia yang telah ditanamkan, kepada negara-negara mitra Indonesia, negara-negara sahabat, baik dunia Islam maupun non-Islam,” ujar Sekjen Rabithah Al-Alam Al-Islamy seperti dikutip setkab.go.id. [USU]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya