Dark/Light Mode

Baru Dilantik, JAM Pidsus Ali Mukartono Kudu Hati-hati Tangani Dana Desa & Pilkada 2020

Jumat, 28 Februari 2020 10:30 WIB
Pelantikan, Pengambilan Sumpah Jabatan dan Serah Terima Jabatan pada Pejabat Eselon I Kejaksaan Agung di Jakarta, Jumat (28/2).
Pelantikan, Pengambilan Sumpah Jabatan dan Serah Terima Jabatan pada Pejabat Eselon I Kejaksaan Agung di Jakarta, Jumat (28/2).

RM.id  Rakyat Merdeka - Jaksa Agung ST Burhanuddin mewanti-wanti Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) Ali Mukartono yang baru saja dilantik menggantikan Adi Toegarisman, hati-hati menangani perkara Dana Desa dan kasus terkait pilkada.

“Lakukan penanganan perkara terkait dugaan penyalahgunaan pengelolaan Dana Desa secara hati-hati, cermat, proporsional, matang dan terukur, “ ujar Burhanuddin saat pelantikan, pengambilan sumpah jabatan dan serah terima jabatan pada pejabat eselon I Kejaksaan Agung di Jakarta, Jumat (28/2).

Berita Terkait : ST Burhanuddin Memulai 100 Kerja dengan Awal yang Baik

Burhanuddin juga meminta jajarannya menghindari upaya mencari-cari kesalahan, dengan tetap memperhatikan adanya mens rea dalam perbuatan tersebut. Serta sedapat mungkin mengutamakan langkah pencegahan sebelum melakukan penindakan, sehingga dampak tidak tersalurkannya Dana Desa dapat diminimalisir.

Menurutnya, penting untuk melakukan kebijakan, sekaligus arahan, pengendalian dan pengawasan penanganan perkara tindak pidana korupsi yang tidak hanya semata-mata fokus kepada pendekatan represif. Namun juga mampu menyeimbangkan antara pendekatan represif dan pendekatan preventif, terlebih proaktif untuk menciptakan sistem antikorupsi bagi perbaikan tata kelola pemerintahan di segenap wilayah satuan kerja pusat dan daerah. Dengan demikian, perbuatan korupsi tidak terulang di kemudian hari.

Berita Terkait : Jaksa Agung Bangun Trust Publik pada Pemerintahan Jokowi

Soal kasus terkait pilkada, Burhanuddin meminta penanganan perkara tindak pidana korupsi di tengah berlangsungnya perhelatan Pilkada 2020 senantiasa mempedomani Instruksi Jaksa Agung RI Nomor 9 tahun 2019 tentang Optimalisasi Peran Kejaksaan RI dalam Mendukung dan Menyukseskan Penyelenggaraan Pilkada serentak tahun 2020.

“Agar penanganan tindak pidana korupsi tidak dipolitisir dan dimanfaatkan sebagai isu untuk menggagalkan pencalonan pihak tertentu dalam pilkada,” kata Burhanuddin. 

Baca Juga : KPK Periksa Ketua KPU Arief Budiman

Seperti diketahui, Jaksa Agung melantik Ali Mukartono sebagai JAM Pidsus dan Sunarta sebagai Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (JAM Pidum) serta Mangihut Sinaga sebagai Staf Ahli Jaksa Agung Bidang Pembinaan di Jakarta, Jumat (28/2). [JON]