Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Bantah Mundur, Jampidsus Fokus Tuntaskan Kasus Prioritas
- Pramono Siapkan Ring Tinju Untuk Tekan Tawuran di Jakarta
- Pemprov DKI Gelontorkan Rp 300 Miliar Pembebasan Lahan Normalisasi Kali Ciliwung
- Serba Hitam, Bupati Sukoharjo yang di-OTT Tiba di Gedung KPK
- Patrick Berg Bersinar Jadi Kunci Sukses Norwegia
Pidato Di Peresmian B50, Prabowo Bicara Bahaya Jadi ”Bangsa Kepiting”
Jumat, 10 Juli 2026 07:40 WIB
Sebelumnya
Prabowo optimistis masa depan Indonesia sangat cerah. Menurutnya, negeri ini memiliki sumber daya alam yang luar biasa, mulai dari ketahanan pangan, energi, hingga cadangan mineral strategis.
Ia bahkan mengaku baru menerima laporan mengenai penemuan cadangan emas dan mineral dalam jumlah besar di kawasan pegunungan Papua hasil ekspedisi ilmiah yang melibatkan BRIN, sejumlah perguruan tinggi, serta didukung TNI.
Selain itu, Presiden menyebut pemerintah mulai melihat hasil dalam upaya memberantas perjudian. Berdasarkan laporan yang diterimanya, aktivitas perjudian menunjukkan tren penurunan selama setahun terakhir.
Baca juga : Tembus 18.000/Dolar, Rupiah Lunglai
Di sisi lain, Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim Hashim Djojohadikusumo mengungkapkan sang kakak kerap mencurahkan isi hatinya mengenai jalannya pemerintahan.
"Saya sering diajak bicara dengan Presiden Republik Indonesia yang juga kakak saya. Ternyata dia banyak curhat sama saya," ujar Hashim saat peluncuran Sistem Registrasi Unit Karbon (SRUK) di Jakarta Pusat, Kamis (9/7/2026).
Menurut Hashim, curahan hati Prabowo paling banyak berkaitan dengan pelaksanaan berbagai program pemerintah yang memiliki tujuan baik. Namun implementasinya di lapangan belum berjalan maksimal.
Baca juga : Diduga Terima Gratifikasi Rp 30 Miliar, Eks Sekjen MPR Ditahan KPK
"Program bagus, tujuan bagus, mulia, tapi dalam perjalanannya, implementasinya kurang sempurna. Kita sudah saksikan. Tidak perlu saya sebutkan," katanya.
Hashim juga mengungkapkan, Prabowo kerap menyoroti persoalan birokrasi yang dinilainya masih belum bekerja secara optimal. "Sering sekali Pak Prabowo curhat sama saya mengenai birokrasi kita, birokrasi Indonesia," ucapnya.
Resmikan B50
Presiden mengatakan, Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan mandatori Biodiesel B50. Menurutnya, kebijakan tersebut bukan sekadar lompatan teknologi, melainkan bagian dari strategi besar menuju kemandirian energi nasional.
Baca juga : Lucius Karus: Regenerasi Politik Sebuah Keniscayaan
"Sejak sebelum menjadi Presiden, saya selalu mengatakan bahwa kita harus swasembada energi. Kita tidak boleh terus bergantung pada impor BBM," tegasnya. [MEN]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya