Dark/Light Mode

Kapolri Perkuat Kerja Sama Polri-FBI Hadapi Kejahatan Transnasional

Jumat, 24 Juli 2026 10:01 WIB
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menerima kunjungan Direktur FBI Kash Patel beserta delegasi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (23/7/2026). Dok. Polri
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menerima kunjungan Direktur FBI Kash Patel beserta delegasi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (23/7/2026). Dok. Polri

RM.id  Rakyat Merdeka - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan komitmen Polri untuk memperkuat kerja sama penegakan hukum internasional bersama Federal Bureau of Investigation (FBI) Amerika Serikat dalam menghadapi kejahatan modern yang semakin kompleks, lintas negara, dan melampaui batas yurisdiksi.

Komitmen tersebut disampaikan Kapolri saat menerima kunjungan kehormatan Direktur FBI Kash Patel beserta delegasi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (23/7).

Dalam pertemuan itu, Sigit menyampaikan FBI merupakan salah satu mitra strategis Polri dalam kerja sama penegakan hukum internasional. Karena itu, hubungan kelembagaan yang telah terjalin dinilai perlu terus diperkuat guna meningkatkan kemampuan kedua institusi dalam menghadapi ancaman kejahatan transnasional.

"Saya berharap kunjungan ini semakin mempererat hubungan kelembagaan antara Polri dan FBI serta memberikan momentum baru bagi penguatan kerja sama penegakan hukum internasional, khususnya dalam menghadapi berbagai ancaman kejahatan lintas negara yang semakin kompleks," ujar Sigit.

Baca juga : Komut Pertamina Mochamad Iriawan Tinjau Keandalan Operasional IT Kertapati

Kapolri menjelaskan, kerja sama Polri dan FBI telah memiliki landasan melalui Letter of Intent tentang Kerja Sama Timbal Balik dalam Pengembangan Kapasitas serta Pencegahan dan Penanggulangan Kejahatan Transnasional yang ditandatangani pada 5 Juli 2019 dan telah diperpanjang hingga 2029.

Menurutnya, kerja sama tersebut juga berkontribusi terhadap peningkatan kapasitas sumber daya manusia Polri. Hingga kini, sebanyak 286 personel Polri telah mengikuti berbagai program pengembangan kapasitas bersama FBI.

"Kami mengapresiasi pelaksanaan berbagai program pengembangan kapasitas bersama FBI yang telah diikuti oleh 286 personel Polri. Dukungan tersebut telah memberikan kontribusi penting bagi peningkatan profesionalisme, pengetahuan, dan kemampuan teknis personel Polri dalam menghadapi berbagai bentuk kejahatan modern," katanya.

Sigit berharap program peningkatan kapasitas itu terus diperluas, terutama pada penanganan tindak pidana prioritas. Polri juga siap mengoptimalkan peran Jakarta Centre for Law Enforcement Cooperation (JCLEC) sebagai pusat pendidikan dan pelatihan internasional bagi aparat penegak hukum yang telah melibatkan peserta dari 101 negara, termasuk Amerika Serikat.

Baca juga : Nekat Terjang Banjir Selama 3 Jam Demi Selamatkan Orangtua

Dalam kesempatan tersebut, Kapolri juga menyoroti meningkatnya ancaman kejahatan siber yang semakin terorganisasi. Modus seperti pig butchering, love scam, Business Email Compromise, phishing, ransomware, penipuan investasi, pencurian identitas, hingga penyalahgunaan aset kripto dinilai memerlukan respons bersama antarnegara.

"Polri berharap kerja sama operasional dapat diperkuat melalui pertukaran intelijen secara cepat, identifikasi pelaku dan jaringan, pelacakan aliran dana, pemulihan aset, serta pembentukan mekanisme koordinasi yang lebih efektif," ujarnya.

Selain itu, Sigit mendorong penguatan kolaborasi dalam penanggulangan terorisme, khususnya menghadapi ancaman radikalisasi yang memanfaatkan media sosial, platform digital, komunikasi terenkripsi, serta propaganda yang menyasar kelompok rentan, termasuk generasi muda.

"Polri berharap kerja sama dengan FBI dapat diperluas dalam menghadapi radikalisasi daring, ekstremisme berbasis kekerasan, investigasi komunikasi digital, dan perlindungan masyarakat dari propaganda terorisme," tuturnya.

Baca juga : DPR: Program E10 Perkuat Ketahanan Energi Sekaligus Ketahanan Pangan

Kapolri juga menekankan pentingnya kerja sama dalam pemberantasan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dan penyelundupan manusia melalui penguatan pertukaran informasi untuk mengidentifikasi pelaku, aliran dana, sarana komunikasi, serta keterkaitannya dengan jaringan kejahatan transnasional lainnya.

"Polri berkomitmen untuk terus menjadi mitra yang dapat diandalkan FBI dalam memperkuat kerja sama penegakan hukum internasional. Kami berharap audiensi ini dapat meningkatkan pertukaran informasi, kerja sama operasional, pengembangan kapasitas, serta penyelesaian perkara yang menjadi perhatian bersama," kata Sigit.

Melalui pertemuan tersebut, Polri berharap kerja sama dengan FBI semakin erat dan mampu memperkuat upaya penegakan hukum internasional dalam menghadapi berbagai bentuk kejahatan modern demi menjaga keamanan masyarakat di tingkat nasional maupun global.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.