Dark/Light Mode

UIN Bandung Juga Kembangkan Ventilator untuk Pasien Covid-19

Selasa, 7 April 2020 14:30 WIB
Peneliti UIN Bandung menunjukkan VeNu-1. (Foto: Dok. UIN Bandung)
Peneliti UIN Bandung menunjukkan VeNu-1. (Foto: Dok. UIN Bandung)

 Sebelumnya 
Untuk membangun sebuah prototipe VeNu-1, Tim UIN SGD Bandung memerlukan belanja komponen hanya sekitar 2 juta rupiah, di luar biaya teknis. Sehingga, VeNu-1 termasuk alat yang low cost, dibandingkan dengan ventilator standard.

Baca juga : UI Kembangkan Ventilator Hemat untuk Pasien Covid-19

Prototipe VeNu-1 saat ini masih berada dalam posisi pengujian kemampuan tekanan udara serta belum dapat langsung digunakan pasien medis. Prototipe VeNu-1 ini masih memerlukan penyempurnaan dan pengujian klinis lebih lanjut. Dalam pengujian klinis, peneliti UIN Bandung akan bekerja sama dengan salah satu RSUD di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

Baca juga : MPR Minta Kemenkes dan BPNB Cross Check Data Pasien Positif Covid-19

"Penelitian dan pengembangan prototipe VeNu-1 memberikan harapan bahwa ventilator dapat diproduksi, bahkan dapat digunakan meski hanya dalam kondisi darurat saat rumah sakit kekurangan ventilator standard," harapnya.

Baca juga : Arahan Lengkap Jokowi di Rapat Evaluasi Kerja Gugus Tugas Covid-19

Penelitian ini mendapat sambutan dan dukungan dari pimpinan kampus, khususnya Dekan Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Hasniah Aliah. "UIN SGD berkomitmen untuk terus mengembangkan dan menyempurnakan karya inovasi ini," ucapnya. [USU]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.